Dahsyat! Begini Penampakan Kekuatan Armada Laut Majapahit yang Dikomandani Mpu Nala Hasil Artificial Intelligence
Rabu, 08 Maret 2023 - 19:22 WIB
Laksamana Mpu Nala hasil pencitaraan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang diunggah akun Instagram @ainusantara. Foto-foto/Instagram/@ainusantara
Armada kapal perang Majapahit berderet-deret di laut Jawa. Berbagai jenis kapal bersiaga, dengan kekuatan penuh lengkap dilengkapi persenjataan mematikan. Kapal-kapal perang ini siap digerakkan untuk pertahanan maupun ekspanasi ke berbagai wilayah.
Baca juga: Pilu dan Diselimuti Kesedihan, Begini Gambaran Istana Majapahit saat Raden Wijaya Mangkat
Kapal-kapal perang canggih pada zamannya, dengan prajurit-prajurit yang tangguh tersebut, dipimpin oleh sesosok laksamana yang sangat tangguh dan jago membuat kapal perang. Sosok gagah di tengah gelombang samudera itu, adala Mpu Nala.
Gambaran berbagai jenis kapal yang dilengkapi meriam modern di zamannya, serta sosok gagah Laksamana Mpu Nala tersebut, coba diungkap dengan bantuan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang diunggah akun Instagram @ainusantara.
Baca juga: Cantik! Ini Wajah Ken Dedes Hasil Artificial Intelligence, Permaisuri Singasari yang Darahnya Mengaliri Para Raja Nusantara
Dalam unggahan @ainusantara, terlihat begitu dahsyatnya armada laut Majapahit, saat kerajaan terbesar di Asia Tenggara itu dipimpin Raja Hayam Wuruk, dengan dukungan Mahapatih Gajah Mada, dan Laksamana Mpu Nala.
Doktrin Jalesveva Jayamahe, yang bermakna "Justru di Lautan Kita Menang" atau "Kejayaan Kita Ada di Laut". Begitu mampu diterjemahkan dengan baik oleh Laksamana Mpu Nala, saat memimpin kekuatan armada laut Kerajaan Majapahit.
Panglima angkatan laut Kerajaan Majapahit tersebut, memiliki strategi kemaritiman yang handal hingga Kerajaan Majapahit mampu menguasai setiap jengkal samudera Nusantara pada abad XIII, saat Prabu Hayam Wuruk bertahta.
Bak dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Mahapatih Gajah Mada, dan Laksamana Mpu Nala, menjadi juru taktik dan strategi kemiliteran yang membawa Majapahit menguasai Nusantara, dan sangat disegani oleh bangsa lain.
Mpu Nala sebagai Panglima Angkatan Laut Kerajaan Majapahit, yang banyak diulas oleh Agus S. Serono dalam buku "Jayaning Majapahit: Kisah Para Kesatria Penjaga Samudra"; dan Irawan Joko dalam buku berjudul "Majapahit Peradaban Maritim". Disebut memiliki strategi jitu, dengan menempatkan puluhan kapal perangnya untuk menjaga lima titik penting perairan Nusantara.
Armada-armada perang Kerajaan Majapahit itu, antara lain ditempatkan di barat Sumatera, yakni Armada gugus ke-1. Tugasnya, yakni sebagai penjaga Samudera Hindia. Armada gugus ke-1 ini dikendalikan oleh seorang laksamana yang berasal dari Jawa Tengah.
Baca juga: Misteri Kolam Segaran, Kolam Kuno Peninggalan Majapahit yang Menyimpan Harta Karun
Sementara Armada gugus ke-2 Kerajaan Majapahit kapal perang penjaga Laut Kidul, atau sebelah selatan Jawa di bawah pimpinan seorang laksamana putra Bali. Armada gugus ke-3 bertugas menjaga perairan Selat Makassar, dan wilayah Ternate, Tidore, serta Halmahera, di bawah pimpinan seorang laksamana putra Makassar.
Sedangkan Armada gugus ke-4 Majapahit menjaga Selat Malaka, dan Kepulauan Natuna, di bawah pimpinan seorang laksamana dari Jawa Barat. Dan yang terakhir adalah Armada gugus ke-5 Majapahit menjaga Laut Jawa, sampai ke arah timur hingga kepulauan rempah-rempah Maluku. Armada gugus ke-5 yang biasanya dipimpin laksamana dari Jawa Timur ini, mengibarkan bendera Majapahit dan bendera emas simbol istana Majapahit.
Kapal bendera ditempatkan disetiap armada gugus kapal perang Majapahit, yang menjadi tempat kedudukan pimpinan komando tertinggi bagi semua kapal penyerang, kapal perbekalan, dan pelindung kapal bendera.
Menjaga perairan Selat Malaka, dan Laut Cina Selatan, menjadi tugas Armada gugus ke-4 Majapahit. Tugas yang diemban sangat berat. Pasalnya, di wilayah perairan tersebut penuh dengan perompak berbahaya. Para perompak itu biasa berpangkalan di sekitar wilayah Campa, Vietnam, dan Tiongkok.
Untuk membantu tugas Armada gugus ke-4 Majapahit yang menjaga Selat Malaka, biasanya dibantu armada pertama penjaga Samudera Hindia, hal ini untuk mengantisipasi adanya perompak yang melarikan diri ke barat laut menyusuri Selat Malaka.
Baca juga: Tangan Dingin Trah Majapahit, Bangun Pasukan Intelijen Mataram Dom Sumurup Ing Banyu untuk Bunuh Jenderal VOC
Baca juga: Pilu dan Diselimuti Kesedihan, Begini Gambaran Istana Majapahit saat Raden Wijaya Mangkat
Kapal-kapal perang canggih pada zamannya, dengan prajurit-prajurit yang tangguh tersebut, dipimpin oleh sesosok laksamana yang sangat tangguh dan jago membuat kapal perang. Sosok gagah di tengah gelombang samudera itu, adala Mpu Nala.
Gambaran berbagai jenis kapal yang dilengkapi meriam modern di zamannya, serta sosok gagah Laksamana Mpu Nala tersebut, coba diungkap dengan bantuan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang diunggah akun Instagram @ainusantara.
Baca juga: Cantik! Ini Wajah Ken Dedes Hasil Artificial Intelligence, Permaisuri Singasari yang Darahnya Mengaliri Para Raja Nusantara
Dalam unggahan @ainusantara, terlihat begitu dahsyatnya armada laut Majapahit, saat kerajaan terbesar di Asia Tenggara itu dipimpin Raja Hayam Wuruk, dengan dukungan Mahapatih Gajah Mada, dan Laksamana Mpu Nala.
Doktrin Jalesveva Jayamahe, yang bermakna "Justru di Lautan Kita Menang" atau "Kejayaan Kita Ada di Laut". Begitu mampu diterjemahkan dengan baik oleh Laksamana Mpu Nala, saat memimpin kekuatan armada laut Kerajaan Majapahit.
Panglima angkatan laut Kerajaan Majapahit tersebut, memiliki strategi kemaritiman yang handal hingga Kerajaan Majapahit mampu menguasai setiap jengkal samudera Nusantara pada abad XIII, saat Prabu Hayam Wuruk bertahta.
Bak dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Mahapatih Gajah Mada, dan Laksamana Mpu Nala, menjadi juru taktik dan strategi kemiliteran yang membawa Majapahit menguasai Nusantara, dan sangat disegani oleh bangsa lain.
Mpu Nala sebagai Panglima Angkatan Laut Kerajaan Majapahit, yang banyak diulas oleh Agus S. Serono dalam buku "Jayaning Majapahit: Kisah Para Kesatria Penjaga Samudra"; dan Irawan Joko dalam buku berjudul "Majapahit Peradaban Maritim". Disebut memiliki strategi jitu, dengan menempatkan puluhan kapal perangnya untuk menjaga lima titik penting perairan Nusantara.
Armada-armada perang Kerajaan Majapahit itu, antara lain ditempatkan di barat Sumatera, yakni Armada gugus ke-1. Tugasnya, yakni sebagai penjaga Samudera Hindia. Armada gugus ke-1 ini dikendalikan oleh seorang laksamana yang berasal dari Jawa Tengah.
Baca juga: Misteri Kolam Segaran, Kolam Kuno Peninggalan Majapahit yang Menyimpan Harta Karun
Sementara Armada gugus ke-2 Kerajaan Majapahit kapal perang penjaga Laut Kidul, atau sebelah selatan Jawa di bawah pimpinan seorang laksamana putra Bali. Armada gugus ke-3 bertugas menjaga perairan Selat Makassar, dan wilayah Ternate, Tidore, serta Halmahera, di bawah pimpinan seorang laksamana putra Makassar.
Sedangkan Armada gugus ke-4 Majapahit menjaga Selat Malaka, dan Kepulauan Natuna, di bawah pimpinan seorang laksamana dari Jawa Barat. Dan yang terakhir adalah Armada gugus ke-5 Majapahit menjaga Laut Jawa, sampai ke arah timur hingga kepulauan rempah-rempah Maluku. Armada gugus ke-5 yang biasanya dipimpin laksamana dari Jawa Timur ini, mengibarkan bendera Majapahit dan bendera emas simbol istana Majapahit.
Kapal bendera ditempatkan disetiap armada gugus kapal perang Majapahit, yang menjadi tempat kedudukan pimpinan komando tertinggi bagi semua kapal penyerang, kapal perbekalan, dan pelindung kapal bendera.
Menjaga perairan Selat Malaka, dan Laut Cina Selatan, menjadi tugas Armada gugus ke-4 Majapahit. Tugas yang diemban sangat berat. Pasalnya, di wilayah perairan tersebut penuh dengan perompak berbahaya. Para perompak itu biasa berpangkalan di sekitar wilayah Campa, Vietnam, dan Tiongkok.
Untuk membantu tugas Armada gugus ke-4 Majapahit yang menjaga Selat Malaka, biasanya dibantu armada pertama penjaga Samudera Hindia, hal ini untuk mengantisipasi adanya perompak yang melarikan diri ke barat laut menyusuri Selat Malaka.
Baca juga: Tangan Dingin Trah Majapahit, Bangun Pasukan Intelijen Mataram Dom Sumurup Ing Banyu untuk Bunuh Jenderal VOC
Lihat Juga :