Anggota Densus 88 Peragakan 40 Reka Adegan Pembunuhan Sopir Taksi Online
Kamis, 16 Februari 2023 - 18:33 WIB
23. Setelah tiba di area Bukit Cengkeh
24. Haris mengambil pisau yang dia persiapkan. Kemudian dia mengatakan ‘maaf pak sebenarnya saya tidak ada uang’. Sony bertanya apa maksudnya.
25. Sony membalikkan badan ke arah Haris. Akan tetapi, Haris menodongkan pisau ke Sony dan bilang bahwa dirinya adalah anggota.
26. Sony menanyakan kepada Haris apa maksudnya menodongkan pisau sambil marah dan berusaha mendorong tangan Haris.
27. Haris menusukkan pisau ke arah Sony. Namun, dia tidak bisa memastikan bagian mana yang tertusuk. Akan tetapi, tusukan terakhir diketahuinya terkena kepala.
28. Haris keluar dari mobil dengan maksud akan mengambil alih kemudi. Akan tetapi, ketika dia keluar. Sony mengunci mobil atau central lock. Haris mencoba membuka pintu satu persatu tapi tidak berhasil.
29. Haris lari ke arah perumahan. Namun, dia baru ingat kalau barang-barang pribadinya tertinggal dalam mobil. Kemudian, dia kembali lagi ke mobil meminta Sony untuk membukakan pintu, tapi tidak dibuka oleh Sony.
30. Ada warga perumahan yang membuka pintu rumahnya. Sontak Sony membunyikan klakson mobilnya berkali-kali hingga membuat Haris panik.
31. Haris yang panik lari keluar dari perumahan Bukit Cengkeh hingga tiba ke Halte Mako Brimob.
32. Sony yang terluka menjalankan mobilnya ke arah Jalan Nusantara dan menyalakan klakson berkali-kali.
33. Saksi bernama Supriyanto dab R. A Zakaria menghampiri mobil korban yang membunyikan klakson minta tolong. Dilanjutkan Supriyanto menghubungi rekannya untuk membukakan portal. Sedangkan Zakaria menghubungi bapak RW dengan maksud agar menghubungi kepolisian. Saat kembali, Supriyanto telah melihat Sony berada di luar mobil tergeletak dengan bersimbah darah.
34. Di sisi lain Haris mendengar suara adzan. Kemudian dia ke masjid, lantaran masjid masih ramai orang-orang beribadah dia menunggunya hingga sepi. Setelah sepi, Haris masuk ke toilet dan berkaca, dia melihat cipratan darah di wajah dan jaket yang dia pakai. Dalam toilet masjid itu, Haris membersihkan darah Sony dari badannya.
35. Haris keluar toilet lalu memakai sepatu dan melanjutkan perjalanan ke arah Mcdonald dekat perempatan untuk menunggu angkot ke arah Kampung Rambutan.
36. Haris naik angkot dan tiba di Terminal Kampung Rambutan. Dia masuk warung dan bercerita kepada pemilik warung kalau dia baru saja mengalami perampokan.
37. Ibu warung yang iba memberikan makan dan uang Rp20.000. Uang itu Haris gunakan untuk naik angkutan umum ke Bekasi Timur.
38. Haris kemudian menumpang truk dan pikap beberapa kali. Baca juga: Ini Motif Anggota Densus 88 Bunuh Sopir Taksi Online
39. Setibanya ke Puri Persada Cibarusah (rumah Pamannya). Haris ditanya ke mana motornya dan dia minta jujur dengan apa yang terjadi. Akhirnya Haris jujur telah melakukan perampokan hingga penusukan terhadap sopir taksi online.
40. Pada pukul 16.30 WIB anggota Densus 88 Antiteror Polri menjemput Haris dan membawanya ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan.
24. Haris mengambil pisau yang dia persiapkan. Kemudian dia mengatakan ‘maaf pak sebenarnya saya tidak ada uang’. Sony bertanya apa maksudnya.
25. Sony membalikkan badan ke arah Haris. Akan tetapi, Haris menodongkan pisau ke Sony dan bilang bahwa dirinya adalah anggota.
26. Sony menanyakan kepada Haris apa maksudnya menodongkan pisau sambil marah dan berusaha mendorong tangan Haris.
27. Haris menusukkan pisau ke arah Sony. Namun, dia tidak bisa memastikan bagian mana yang tertusuk. Akan tetapi, tusukan terakhir diketahuinya terkena kepala.
28. Haris keluar dari mobil dengan maksud akan mengambil alih kemudi. Akan tetapi, ketika dia keluar. Sony mengunci mobil atau central lock. Haris mencoba membuka pintu satu persatu tapi tidak berhasil.
29. Haris lari ke arah perumahan. Namun, dia baru ingat kalau barang-barang pribadinya tertinggal dalam mobil. Kemudian, dia kembali lagi ke mobil meminta Sony untuk membukakan pintu, tapi tidak dibuka oleh Sony.
30. Ada warga perumahan yang membuka pintu rumahnya. Sontak Sony membunyikan klakson mobilnya berkali-kali hingga membuat Haris panik.
31. Haris yang panik lari keluar dari perumahan Bukit Cengkeh hingga tiba ke Halte Mako Brimob.
32. Sony yang terluka menjalankan mobilnya ke arah Jalan Nusantara dan menyalakan klakson berkali-kali.
33. Saksi bernama Supriyanto dab R. A Zakaria menghampiri mobil korban yang membunyikan klakson minta tolong. Dilanjutkan Supriyanto menghubungi rekannya untuk membukakan portal. Sedangkan Zakaria menghubungi bapak RW dengan maksud agar menghubungi kepolisian. Saat kembali, Supriyanto telah melihat Sony berada di luar mobil tergeletak dengan bersimbah darah.
34. Di sisi lain Haris mendengar suara adzan. Kemudian dia ke masjid, lantaran masjid masih ramai orang-orang beribadah dia menunggunya hingga sepi. Setelah sepi, Haris masuk ke toilet dan berkaca, dia melihat cipratan darah di wajah dan jaket yang dia pakai. Dalam toilet masjid itu, Haris membersihkan darah Sony dari badannya.
35. Haris keluar toilet lalu memakai sepatu dan melanjutkan perjalanan ke arah Mcdonald dekat perempatan untuk menunggu angkot ke arah Kampung Rambutan.
36. Haris naik angkot dan tiba di Terminal Kampung Rambutan. Dia masuk warung dan bercerita kepada pemilik warung kalau dia baru saja mengalami perampokan.
37. Ibu warung yang iba memberikan makan dan uang Rp20.000. Uang itu Haris gunakan untuk naik angkutan umum ke Bekasi Timur.
38. Haris kemudian menumpang truk dan pikap beberapa kali. Baca juga: Ini Motif Anggota Densus 88 Bunuh Sopir Taksi Online
39. Setibanya ke Puri Persada Cibarusah (rumah Pamannya). Haris ditanya ke mana motornya dan dia minta jujur dengan apa yang terjadi. Akhirnya Haris jujur telah melakukan perampokan hingga penusukan terhadap sopir taksi online.
40. Pada pukul 16.30 WIB anggota Densus 88 Antiteror Polri menjemput Haris dan membawanya ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan.
(mhd)
Lihat Juga :