Asal usul Nama dan Sejarah Bojonegoro, Daerah yang Disukai VOC di Indonesia
Rabu, 15 Februari 2023 - 16:14 WIB
Namun setelah Kerajaan Majapahit runtuh dan Kerajaan Demak menguasainya, sebagian besar wilayah Bojonegoro tidak lagi menganut kebudayaan Hindu. Pergeseran nilai budaya dan tata masyarakatnya sudah beralih ke kebudayaan baru yakni, budaya dari ajaran Islam.
Raden Patah, Senopati Jumbun, Adipati Bintoto kemudian diresmikan sebagai raja I pada awal abad XVI dan sejak itu resmi wilayah Bojonegoro berada di bawah kedaulatan Kerajaan Demak.
Peralihan kekuasaan pun kembali terjadi, pada tahun 1568 Kerajaan Pajang dengan Raja Raden Jaka Tingkir berhasil menguasai wilayah Bojonegoro yang disertai dengan pergolakan besar.
Baca juga : Asal Usul Nama dan Sejarah Pasuruan, Kota Pelabuhan yang Melegenda
Namun Pangeran Benawa, putra Sultan Pajang, Adiwijaya tidak mampu melawan senopati Mataram. Sehingga tidak lama dari perebutan kekuasaan nya, tepat pada tahun 1587 Kerajaan Pajang tidak lagi menguasai Bojonegoro.
Maka dari itu senopati pun memboyong semua benda pusaka keraton Pajang ke Mataram sebagai penanda Bojonegoro resmi berada di bawah kekuasaannya.
Akan tetapi pada kekuasaannya yang kedua, Mataram tidak lagi tenang karena ada VOC yang berusaha mendesak untuk menyerahkan daerah kekuasaannya dengan melakukan berbagai invasi militer di wilayah Bojonegoro.
Raden Patah, Senopati Jumbun, Adipati Bintoto kemudian diresmikan sebagai raja I pada awal abad XVI dan sejak itu resmi wilayah Bojonegoro berada di bawah kedaulatan Kerajaan Demak.
Peralihan kekuasaan pun kembali terjadi, pada tahun 1568 Kerajaan Pajang dengan Raja Raden Jaka Tingkir berhasil menguasai wilayah Bojonegoro yang disertai dengan pergolakan besar.
Baca juga : Asal Usul Nama dan Sejarah Pasuruan, Kota Pelabuhan yang Melegenda
Namun Pangeran Benawa, putra Sultan Pajang, Adiwijaya tidak mampu melawan senopati Mataram. Sehingga tidak lama dari perebutan kekuasaan nya, tepat pada tahun 1587 Kerajaan Pajang tidak lagi menguasai Bojonegoro.
Maka dari itu senopati pun memboyong semua benda pusaka keraton Pajang ke Mataram sebagai penanda Bojonegoro resmi berada di bawah kekuasaannya.
Akan tetapi pada kekuasaannya yang kedua, Mataram tidak lagi tenang karena ada VOC yang berusaha mendesak untuk menyerahkan daerah kekuasaannya dengan melakukan berbagai invasi militer di wilayah Bojonegoro.
Lihat Juga :