Inflasi Jawa Timur Januari 2023 Capai 6,41 Persen, Lampaui Nasional
Kamis, 02 Februari 2023 - 07:59 WIB
Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga itu antara lain, makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,51 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 3,23 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,02 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 5,22 persen.
Kesehatan sebesar 4,73 persen, transportasi sebesar 14,94 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,39 persen, kelompok pendidikan sebesar 4,97 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 9,59 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,40 persen.
"Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen," imbuh Umar.
Sementara itu, di delapan kota IHK Jatim, kota yang mengalami inflasi tertinggi secara tahunan adalah Jember sebesar 7,08 persen. Diikuti Sumenep sebesar 6,73 persen, Surabaya sebesar 6,56 persen, Malang sebesar 6,06 persen, Banyuwangi sebesar 5,92 persen, Madiun sebesar 5,70 persen, Kediri sebesar 5,59 persen, dan Probolinggo.
Kesehatan sebesar 4,73 persen, transportasi sebesar 14,94 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,39 persen, kelompok pendidikan sebesar 4,97 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 9,59 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,40 persen.
"Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen," imbuh Umar.
Sementara itu, di delapan kota IHK Jatim, kota yang mengalami inflasi tertinggi secara tahunan adalah Jember sebesar 7,08 persen. Diikuti Sumenep sebesar 6,73 persen, Surabaya sebesar 6,56 persen, Malang sebesar 6,06 persen, Banyuwangi sebesar 5,92 persen, Madiun sebesar 5,70 persen, Kediri sebesar 5,59 persen, dan Probolinggo.
(msd)
Lihat Juga :