Pemkot Surabaya Minta Panitia Idul Adha Patuhi Protokol Kesehatan
Selasa, 14 Juli 2020 - 23:36 WIB
"Monggo (Silahkan) inisiatif warga dan panitia untuk ditata. Itu dari kreatifitas warga dan panitia," kata Whisnu yang juga Wakil Wali Kota Surabaya ini. (Baca juga: Kasus Artis HH, Polisi Tetapkan 2 Mucikari Tersangka )
WS, sapaan Whisnu Sakti Buana menjelaskan, penataan Sholat Idul Adha bisa menerapkan physical distancing. "Lebih panjang tidak apa-apa, yang penting harus bisa mengantisipasi penularan," kata dia.
Untuk waktu pembagian daging kurban bisa diberikan nomor dan waktu pengambilan. Hal ini bertujuan agar panitia bisa lebih efektif membagikan daging kurban kepada warga. (Baca juga: Perangkat Desa di Gresik Diduga Cabuli Siswi SD di Makam )
Panitia Idul Qurban yang merasa ada kendala dan hambatan dalam penyediaan masker dikatakan WS bisa mengajukan kepada Pemkot Surabaya. "Ajukan nanti bisa dibantu," pungkas WS.
WS, sapaan Whisnu Sakti Buana menjelaskan, penataan Sholat Idul Adha bisa menerapkan physical distancing. "Lebih panjang tidak apa-apa, yang penting harus bisa mengantisipasi penularan," kata dia.
Untuk waktu pembagian daging kurban bisa diberikan nomor dan waktu pengambilan. Hal ini bertujuan agar panitia bisa lebih efektif membagikan daging kurban kepada warga. (Baca juga: Perangkat Desa di Gresik Diduga Cabuli Siswi SD di Makam )
Panitia Idul Qurban yang merasa ada kendala dan hambatan dalam penyediaan masker dikatakan WS bisa mengajukan kepada Pemkot Surabaya. "Ajukan nanti bisa dibantu," pungkas WS.
(eyt)
Lihat Juga :