UMKM Penopang Ekonomi Nasional, Perlu Pendampingan Terintegrasi
Jum'at, 27 Januari 2023 - 22:04 WIB
UMKM, lanjutnya, membutuhkan pembiayaan murah karena gap pembiayaan di UMKM masih cukup lebar termasuk sektor mikro. Usaha mikro membutuhkan dukungan program pembiayaan tidak hanya melalui KUR, tetapi juga program-program pemerintah dan lembaga keuangan lainnya dengan suku bunga yang relatif lebih murah.
Di pihak lain, kata Bhima, UMKM membutuhkan perlindungan pasar, terutama dari gempuran barang-barang impor yang murah dan menyasar segmen produk yang sama dengan UMKM. "Gempuran produk impor tersebut dapat mengancam keberlangsungan usaha UMKM, dari produsen atau manufaktur skala rumah tangga menjadi UMKM jasa perdagangan," katanya.
Dari sisi kebijakan, jelas Bhima, perlu ada kepastian soal pelaksanaan 40 persen pengadaan barang dan jasa pusat dan daerah dengan menggunakan produk UMKM. Mereka jangan sampai berubah menjadi UMKM jasa. "Artinya reseller, droshipper. Ini serapan tenaga kerjanya tidak maksimal," tegasnya.
Sementara itu, Chief of SME, Funding, FI, and Network Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) Adji Anggono mengatakan, pelaku UMKM akan merespon secara maksimal kondisi pasar yang berubah saat ini. Baca juga: 40.000 UMKM Gabung Pasar Digital, Nilai Transaksi Ditarget Capai Rp50 Triliun
Menurutnya, pelaku UMKM yang memiliki karakter kreatif, adaptif, dan ulet bakal mengisi peluang yang tercipta akibat pandemi dan pembatasan aktivitas masyarakat yang berakhir.
Di pihak lain, kata Bhima, UMKM membutuhkan perlindungan pasar, terutama dari gempuran barang-barang impor yang murah dan menyasar segmen produk yang sama dengan UMKM. "Gempuran produk impor tersebut dapat mengancam keberlangsungan usaha UMKM, dari produsen atau manufaktur skala rumah tangga menjadi UMKM jasa perdagangan," katanya.
Dari sisi kebijakan, jelas Bhima, perlu ada kepastian soal pelaksanaan 40 persen pengadaan barang dan jasa pusat dan daerah dengan menggunakan produk UMKM. Mereka jangan sampai berubah menjadi UMKM jasa. "Artinya reseller, droshipper. Ini serapan tenaga kerjanya tidak maksimal," tegasnya.
Sementara itu, Chief of SME, Funding, FI, and Network Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) Adji Anggono mengatakan, pelaku UMKM akan merespon secara maksimal kondisi pasar yang berubah saat ini. Baca juga: 40.000 UMKM Gabung Pasar Digital, Nilai Transaksi Ditarget Capai Rp50 Triliun
Menurutnya, pelaku UMKM yang memiliki karakter kreatif, adaptif, dan ulet bakal mengisi peluang yang tercipta akibat pandemi dan pembatasan aktivitas masyarakat yang berakhir.
Lihat Juga :