Hadiri Festival Budaya Tionghoa 2023 di Medan, Ini Kata Wamenparekraf
Jum'at, 27 Januari 2023 - 01:08 WIB
"Saya secara pribadi sangat senang sekali ada di sini. Karena saya bisa belajar lebih dalam lagi terkait budaya Indonesia Tionghoa. Apalagi tadi siang saya juga sempat berkunjung ke Chong A Fie Mansion dan menurut saya tempat itu luar biasa sekali dan saya senang sekali berada di sana," kata Angela.
Di hadapan ratusan orang yang hadir di Festival itu, Angela yang merupakan anggota termuda di Kabinet Indonesia Maju itu mengaku sempat minder jika berkumpul dengan sesama orang Tionghoa. Itu karena putri dari Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo itu tak bisa berbahasa Mandarin maupun bahasa Hokkian.
"Saya itu pernah mencoba cari tahu kalau saya ini sebenarnya generasi (Tionghoa) ke berapa. Saya pernah tanya ke kakek dan nenek saya, tapi semua ceritanya dan dari foto-fotonya kakek dan nenek saya itu semua sudah sarungan. Jadi mungkin sudah sangat jauh sekali. Berbeda dengan suami dan beberapa sahabatnya yang masih tahu mereka generasi ke berapa. Mereka juga masih fasih berbahasa Hokkian atau Mandarin. Sementara saya sering minder kalau di perkumpulan karena tidak bisa," kisahnya.
Baca juga: Di DPR, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Paparkan 9 Arah Pengembangan Parekraf 2023
Namun semenjak masuk ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angle yang merupakan Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Ekonomi Digital & Kreatif itu, mengaku mulai mau belajar tentang adat istiadat dan tradisi kebudayaan. Itu karena dia menyadari jika adat istiadat dan tradisi kebudayaan menjadi kekuatan bagi daerah-daerah yang mengandalkan sektor pariwisata.
"Dari kacamata Pariwisata dan Ekonomis Kreatif, tradisi dan adat istiadat lah yang menjadi unique selling point dari banyak destinasi pariwisata," sebutnya.
Di hadapan ratusan orang yang hadir di Festival itu, Angela yang merupakan anggota termuda di Kabinet Indonesia Maju itu mengaku sempat minder jika berkumpul dengan sesama orang Tionghoa. Itu karena putri dari Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo itu tak bisa berbahasa Mandarin maupun bahasa Hokkian.
"Saya itu pernah mencoba cari tahu kalau saya ini sebenarnya generasi (Tionghoa) ke berapa. Saya pernah tanya ke kakek dan nenek saya, tapi semua ceritanya dan dari foto-fotonya kakek dan nenek saya itu semua sudah sarungan. Jadi mungkin sudah sangat jauh sekali. Berbeda dengan suami dan beberapa sahabatnya yang masih tahu mereka generasi ke berapa. Mereka juga masih fasih berbahasa Hokkian atau Mandarin. Sementara saya sering minder kalau di perkumpulan karena tidak bisa," kisahnya.
Baca juga: Di DPR, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Paparkan 9 Arah Pengembangan Parekraf 2023
Namun semenjak masuk ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angle yang merupakan Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Ekonomi Digital & Kreatif itu, mengaku mulai mau belajar tentang adat istiadat dan tradisi kebudayaan. Itu karena dia menyadari jika adat istiadat dan tradisi kebudayaan menjadi kekuatan bagi daerah-daerah yang mengandalkan sektor pariwisata.
"Dari kacamata Pariwisata dan Ekonomis Kreatif, tradisi dan adat istiadat lah yang menjadi unique selling point dari banyak destinasi pariwisata," sebutnya.
Lihat Juga :