Alami Gangguan Penglihatan, Peserta UN Dibantu Lampu Penerang

Rabu, 06 Mei 2015 - 11:10 WIB
Alami Gangguan Penglihatan,...
Alami Gangguan Penglihatan, Peserta UN Dibantu Lampu Penerang
A A A
KULONPROGO - Dua siswa SMPN 3 Sentolo, terpaksa melaksanakan ujian nasional dengan bantuan lampu penerangan.

Mereka mengalami gangguan penglihatan low vision. Meski harus ada kendala, kedua siswa bisa mengerjakan dengan lancar. “Ada dua siswa yang mengalami gangguan low vision, dan sekolah memberikan bantuan lampu penerangan,” kata Kepala SMPN 3 Sentolo, Praptinah. Kedua siswa ini adalah Ganis Widiatmono Restu Putro dan Rahmadi Ikhrom Iszudim.

Selama ini mereka tetap mengikuti pembelajaran layaknya anakanak normal. SMPN 3 Sentolo sendiri merupakan salah satu sekolah inklusi. Sekolah juga menyediakan guru pendamping khusus (GPK) untuk kedua siswa. Mereka juga diberikan tambahan perpanjangan waktu antara 30 sampai 45 menit. “Lampunya ditaruh di meja mereka,” katanya.

Salah seorang siswa, Rahmadi mengaku, gangguan penglihatan ini sudah dialami sejak lahir. Hal ini menyulitkannya untuk membaca naskah soal dan melingkari jawaban. Meski begitu dia yakin akan mampu lulus dan mendapatkan nilai sempurna. “Ada sedikit halangan, tetapi optimis bisa,” katanya.

Guru Pendamping Siswa Berkebutuhan Khusus (GPK) Legima mengatakan, dirinya sudah sering melakukan pendampingan kepada anak berkebutuhan khusus. Seperti Ganis, matanya pernah dioperasi katarak kemudian terjadi kemunduran mata kabur. Hal itu sudah dilaporkan agar font hurufnya menggunakan 18 tetapi tetap saja diberikan naskah dengan font 12. “Dengan ukuran itu tetap menyulitkan meski sudah berkacamata,” katanya.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan, pantauan ujian dia lakukan di sejumlah sekolah untuk mengetahui kendala dan hambatan yang dialami siswa. Jika di Samigaluh terkendala jembatan yang putus, di sini ada siswa berkebutuhan khusus. Sehingga pelaksanaan ujian ini akan dievaluasi agar ada perbaikan di tahun-tahun mendatang. “Kita tetap harus menyemangati mereka,” kata Hasto.

Sementara itu Komisi IV DPRD Kulonprogo juga melaksanakan pantauan di SMPN 1 Panjatan dan SMPN 1 Lendah. Mereka ditemui oleh kepala sekolah dan para guru serta hanya memantau dari luar.

Kuntadi
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
1 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
2 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
2 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
2 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
2 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Kawal...
PASTI INDONESIA Kawal Praperadilan dan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
4 jam yang lalu
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved