Pertamina Tak Kurangi Pasokan

Rabu, 06 Mei 2015 - 11:08 WIB
Pertamina Tak Kurangi...
Pertamina Tak Kurangi Pasokan
A A A
YOGYAKARTA - Naiknya harga gas elpiji 3 kilogram di angka Rp21.000 per tabung di tingkat konsumen hal ini terjadi karena keterlambatan distribusi dari agen ke penyalur hingga pengecer.

Dari segi pasokan, Pertamina menjamin tidak ada pengurangan pasokan atau penyaluran gas melon untuk DIY normal seperti hari biasanya. “Harganya sudah terlampau tinggi itu kalau gas melon tembus hingga Rp21.000 per tabung. Seharusnya ini tidak boleh terjadi karena harga gas melon ditingkat konsumen normanya Rp18.000 per tabung,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Riyadi Ida Bagus Saylo Subali kemarin.

Riyadi mengungkapkan, tingginya harga gas melon di tingkat pengecer tersebut bisa juga dari agennya terlambat ke distributornya hingga di pengecernya. Pasokan gas melon dipastikan ada, hanya dikhawatirkan dari agen yang mempunyai beberapa penyalur atau distributor sangat banyak maka rantai distribusinya akan panjang. Karena itu, pengawasan di tingkat agen harus lebih diintensifkan kembali supaya tidak terjadi keterlambatan distribusi.

“Harus di cek betul, apabila dimainkan dan tidak digelontorkan supaya harga gas melon melambung tinggi justru ini yang kita tidak inginkan. Hal ini bisa saja terjadi untuk menimbulkan kelangkaan apabila konsumen ingin membeli harganya tinggi, mau tidak mau pengecer jualnya sudah tinggi, ini tidak benar dan jangan sampai terjadi karena permainan,” katanya.

Mudah-mudahan hal tersebut tidak karena kelangkaan pasokan tapi lebih keterlambatan distribusi semata. Mengenai migrasi pengguna gas dari konsumen elpiji 12 kilogram maupun kayu bakar ke gas melon disebabkan karena musim hujan. “Orang lebih menggunakan elpiji, konsumsi bahan bakar tidak hanya untuk rumah tangga, namun juga untuk usaha. Migrasi ke gas melon ini diperkirakan bisa mencapai 5% khususnya di daerah- daerah pinggiran,” ujar Riyadi.

Marketing Branch Manager PT Pertamina DIY dan Surakarta Freddy Anwar mengungkapkan, pihaknya tidak melakukan pengurangan kuota elpiji 3 kilogram, tetap menyalurkan gas subsidi dengan normal sebanyak 10.000 tabung per hari.

“Pertamina sama sekali tidak mengurangi pasokan gas subsidi di DIY. Kita akan langsung cek di lapangan, apabila ada agen atau pangkalan yang menjual di atas HET sebesar Rp15.500 per tabung, kita akan memberikan sanksiyangtegas,” tandasFreddy.

Windy anggraina
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
8 menit yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
51 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
2 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
2 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
2 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
3 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved