Pemukiman Warga di Palembang Diserang Hama Kepik

Rabu, 06 Mei 2015 - 04:06 WIB
Pemukiman Warga di Palembang...
Pemukiman Warga di Palembang Diserang Hama Kepik
A A A
PALEMBANG - Pemukiman warga di Kota Palembang makin diserang jenis serangga yang tergolong hama tanaman pangan, kepik. Hewan ini sebenarnya berbahaya bagi kesehatan manusia.

Menurut Pengamat Hama Penyakit Tanaman UPTD Balai Perlindungan Tanaman Kementrian Pertanian Lukman, hama kepik atau biasa yang dikenal dengan nama kepinding tanah itu tergolong hama tanaman pangan, seperti pada padi dan jagung.

Akan tetapi, saat lahan tanaman pangan tersebut makin berkurang di Kota Palembang, maka kepik akan berpindah ke kawasan lain, seperti pemukiman penduduk.

“Umumnya menyerang di tanaman pangan, karena lahannya hilang, maka hewan kepik migrasi ke rumah-rumah warga,” kata dia.

Hewan Kepik ini berkembang biak sangat banyak pada saat musim hujan dan terjadinya bulan purnama.

Saat musim hujan, tanaman pangan selalu tergenang air sehingga membuat kepi kehilangan tempat tumbuh, dan akhirnya terbang ke lokasi lain.

“Saat bulan purnama dan di musim hujan, kepi akan lebih banyak,” timpal dia.
Akan tetapi meski jenis serangga berukuran kecil, hewan kepik ini cukup berbahaya.

Kandungan air seni (kencing) kepik bisa menyebabkan kulit terasa gatal dan iritasi. Jika pada anak-anak, air seni juga bisa menjadi jenis penyakit kulit jenis lainnya. Apalagi, jika air seni kepik sampai termakan oleh manusia.

“Hama ini termasuk berbahaya bagi manusia, air seninya membuat kulit gatal berkepanjangan. Apalagi, baunya yang menyengat bisa menjadi semacam polusi,” timpal dia.

Karena itu, Lukman mengatakan, upaya antisipasi yang paling optimal yang dapat dilakukan, yakni dengan mematikan sinar lampu yang berlebihan saat malam hari. Secara ilmiah, kepik termasuk katagori serangga tersebut lebih menyukai sensor sinar yang berlebihan.

Untuk mengantisipasi dapat dilakukan denganmetode sederhana yakni dengan meredupkan sumber cahaya. Untuk pengendalian jika kepik sudah berkembang banyak, yakni penyemprotan insektisida serangga.

“Belum ada penangkal yang bisa digunakan agar kepik jauh dari cahaya. Karena itu, lebih baik matikan saja sumber cahaya. Jika kepik makin bertambah di rumah, maka bisa gunakan jenis insektisida BPMC,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Sudah Sepekan Serdadu...
Sudah Sepekan Serdadu Lalat Serang Desa di Madina
500 Hektare Tanaman...
500 Hektare Tanaman Pertanian Blitar Diganyang Tikus
Serangan Lembing Batu...
Serangan Lembing Batu di Indramayu Akibatkan Puluhan Pemotor Jatuh
Teror Hama Ulat di Permukiman...
Teror Hama Ulat di Permukiman Warga Mangunsari Sidomukti
Serangan Hama Picu Penurunan...
Serangan Hama Picu Penurunan Produksi Bawang Merah di Jawa Timur
Mirip Manusia, Ilmuwan...
Mirip Manusia, Ilmuwan Ungkap Tanaman Saling Berbicara
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
4 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
6 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
7 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
7 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
8 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved