Keluarkan Sabdaraja Pertama, Sultan Ganti Nama?

Jum'at, 01 Mei 2015 - 07:06 WIB
Keluarkan Sabdaraja...
Keluarkan Sabdaraja Pertama, Sultan Ganti Nama?
A A A
YOGYAKARTA - Raja Keraton Yogyakarta mengeluarkan Sabdaraja di Siti Hinggil, Keraton Yogyakarta, Kamis (30/4/2015) pukul 10.00 WIB. Belum ada yang tahu pasti materi sabdaraja yang dikeluarkan secara mendadak tersebut.

Salah satu penghageng Keraton Yogyakarta yang enggan disebut namanya mengatakan, isi sabdaraja berkaitan dengan pergantian nama Sultan yang bertakhta.

"Astonipun Ngarso dalem meniko sampun gantos (nama Sultan sudah berganti)," katanya seusai mengikuti acara Sabdaraja.

Dia tidak bersedia menyebut nama baru sang raja. Yang bersangkutan hanya bilang pergantian nama tersebut bukan semata-mata karena keinginan Sultan.

"Sultan ngediko, pergantian (nama) ini bukan karepku dewe, karepe Ingkang moho kuaso (bukan keinginan Sultan, tapi petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa)," jelasnya.

Acara sabdaraja hanya berlangsung singkat, tidak lebih dari 10 menit. Acara ini untuk internal keluarga serta Sentono Dalem. Mereka yang hadir dalam acara tersebut antara lain permaisuri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, putra-putri Sultan HB X, serta sejumlah adik seperti Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto, Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Cakraningrat, dan lainnya.

Sedangkan adik Sultan yang tidak datang antara lain GBPH Prabukusumo dan GBPH Yudhoningrat. "Saya tidak datang, sudah pamit. Jadi saya tidak tahu apa isi dari sabdaraja," kata GBPH Yudhoningrat di DPRD DIY.

Penghageng Parentah Hageng Keraton Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Yudha Hadiningrat mengatakan, sabdaraja merupakan hal yang biasa dilakukan para raja. Raja-raja Keraton Yogyakarta sebelumnya juga pernah mengeluarkan sabdaraja.

Yudha mengungkapkan, semasa Sultan HB X bertakhta selama 26 tahun, baru kali mengeluarkan sabdaraja. Sedangkan sabdatama sudah tiga kali dikeluarkan, yaitu saat Reformasi, sebelum pengesahan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan saat polemik Rancangan Peraturan Daerah Istimewa (Raperdais) Pengisian Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.

Pria yang akrab disapa Romo Nur ini mengungkapkan, sabdaraja kedudukannya lebih tinggi daripada sabdatama. "(Sabdaraja) baru kali ini dikeluarkan oleh Ngarso Dalem sejak jumeneng (bertakhta) pada 7 Maret 1989," katanya.

Ketua DPD Partai Gerindra DIY ini mengungkapkan, tidak semua adik-adik Ngarso Dalem bisa hadir dalam acara tersebut. "Karena yang namanya sabdaraja itu mendadak, jadi ada yang berhalangan hadir. Mereka sudah izin kok," ungkapnya.

Romo Nur mengutarakan, sabdaraja dikeluarkan bukan atas dasar kondisi yang mendesak atau darurat. "Nggak ada yang mendesak atau darurat. Bukan sensitif kok. Karena mungkin ada panggilan dari atas (Tuhan YME)," ujarnya.

Hal itu berbeda dengan penjelasan dari anak mertua Sri Sultan HB X, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Purbodiningrat. "Saya nggak pantas mengomentari, soalnya agak sensitif. Minggu depan akan dipublis resmi, kok," kata anggota DPRD DIY ini.
(zik)
Berita Terkait
Tanah Sultan Ground...
Tanah Sultan Ground Tidak Dilepas untuk Jalan Tol, Keraton Yogyakarta Terbitkan Palilah
Sejarah dan Asal-usul...
Sejarah dan Asal-usul Kesultanan Yogyakarta
Alun-Alun Utara Keraton...
Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta Bakal Dipagari, Ini Alasannya
Keseriusan Pemerintah...
Keseriusan Pemerintah Jaga Cagar Budaya Dipertanyakan
Penutupan Sementara...
Penutupan Sementara Wisata Milik Keraton Yogyakarta
Sri Sultan Hamengkubuwono...
Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) II Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
1 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
1 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
2 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
4 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
5 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
7 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved