Lapak Sementara Masih Kosong

Kamis, 30 April 2015 - 10:20 WIB
Lapak Sementara Masih...
Lapak Sementara Masih Kosong
A A A
SEMARANG - Lapak sementara di Pasar Peterongan yang diperuntukkan bagi pedagang terkait proses renovasi pasar tersebut hingga saat ini masih kosong.

Para pedagang belum bersedia pindah dan memilih menempati kios di dalam pasar maupun di luar pasar. “Sebenarnya sudah disuruh pindah ke lapak sementara, tapi kami masih meminta waktu hingga usai lebaran,” kata Niarso, 56, salah satu pedagang sembako kemarin.

Menurut Niarso, alasan para pedagang meminta perpanjangan waktu untuk pindah disebabkan mendekati Lebaran. Jika pindah lokasi berjualan, pedagang khawatir dagangannya sepi pembeli dan kebutuhan Lebaran tidak tercukupi. “Lebih baik nanti setelah Lebaran saja soalnya menjelang Lebaran kebutuhan kami pasti sangat tinggi. Kami khawatir jika pindah ke lapak sementara pembeli sepi dan kami menjadi kesulitan,” katanya.

Proses pembangunan fisik revitalisasi Pasar Peterongan Semarang ditargetkan akan dilakukan akhir Mei 2015. Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Tridjoto Sarjoko mengatakan pedagang sudah diminta segera menempati lapak sementara yang telah disediakan olah Dinas Pasar Kota Semarang. “Saat ini proses revitalisasi sudah memasuki tahap lelang. Targetnya akhir Mei nanti proses pembangunan fisik pasar dapat dilaksanakan,” katanya.

Disinggung mengenai adanya permintaan pedagang yang berharap pembangunan dilakukan setelah Lebaran, Tridjoto mengatakan hal itu tidak mungkin dipenuhi karena dapat membuat proses pembangunan tertunda dan molor dari jadwal yang telah ditentukan. “Itu sudah sesuai jadwal dan tidak mungkin dapat ditunda lagi. Kalau proyek dikerjakan sesudah Lebaran seperti permintaan pedagang, tentu akan molor dan tidak sesuai jadwal,” tandas Tridjoto.

Keinginan pedagang tersebut juga tidak sesuai dengan jadwal revitalisasi Pasar Peterongan yang hanya menggunakan satu tahun anggaran. Karena itu, pihaknya tidak dapat menuruti permintaan pedagang untuk menunda pelaksanaan pembangunan.

“Pembangunan fisik pasar setidaknya membutuhkan waktu tujuh bulan. Kalau Mei ini dilakukan, setidaknya pada Desember ditargetkan sudah rampung dan dapat ditempati. Kalau menuruti permintaan pedagang yang meminta revitalisasi dilakukan setelah lebaran itu jelas tidak bisa, kalau hanya waktu lima bulan, kami khawatir tidak proyek tidak selesai,” paparnya.

Tridjoto berharap pedagang Pasar Peterongan mendukung penuh upaya Dinas Pasar dalam proyek itu. Pedagang diminta segera menempati lapak sementara yang telah selesai dibangun. “Kami sudah membangunkan lapak sementara yang dapat digunakan pedagang, jadi silakan ditempati. Rencananya. minggu depan kami akan melakukan pengundian tempat di lapak sementara itu,” katanya.

Pasar Dargo Segera Direnovasi

Dinas Pasar Kota Semarang akan membenahi Pasar Dargo menjadi pusat pasar batu mulia. Rencananya akan diusulkan anggaran untuk melakukan penataan pedagang dan renovasi pasar tersebut. Tridjoto mengatakan tahun ini akan mengusulkan anggaran penataan pedagang melalui APBD Perubahan.

Mengenai anggaran renovasi Pasar Dargo akan diusulkan pada 2016. “Rencana di anggaran perubahan 2015 diusulkan Rp200 juta. Sedangkan untuk renovasi usulan anggaran masih dihitung sebab pasar akan dibuat lebih representatif. Pasar Dargo akan kita jadikan pusat pasar batu Semarang,” paparnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Kartini Semarang (PPKS) Sugiantoro mengaku transaksi jual beli di dalam Pasar Dargo mengalami perkembangan. Terlihat dari adanya peningkatan jumlah pengunjung sejaktigabulanterakhir. Khususnya pada akhirpekandanhari-harilibur. Jumlah pedagang batu mulia di Pasar Dargo juga bertambah sekitar 40 orang. Namun, mereka tidak tergabung menjadi anggota PPKS.

Sementara jumlah anggota PPKS tercatat sebanyak 120 pedagang, yang dulu berjualan di kawasan Jalan Kartini. “Tapi sesuai perjanjian, pedagang bukan anggota PPKS itu sifatnya hanya sementara. Kalau Pasar Dargo dibangun pedagang anggota PPKS yang akan kami prioritaskan untuk menempati pasar baru,” ucapnya.

Dalam waktu dekat ini para pedagang batu mulia serta pedagang yang saat ini ada di dalam Pasar Dargo akan dikenakan tarif retribusi. Rencana ini masih dalam pertimbangan.

Andika prabowo/ m abduh
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Marak Kepala Daerah...
Marak Kepala Daerah Terjerat OTT, Mendagri Dorong Pembatasan Biaya Kampanye
1 jam yang lalu
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
2 jam yang lalu
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
10 jam yang lalu
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
13 jam yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
14 jam yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
14 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved