Desa Harus Berani Susun Blue Print Pembangunan

Selasa, 28 April 2015 - 10:11 WIB
Desa Harus Berani Susun...
Desa Harus Berani Susun Blue Print Pembangunan
A A A
KULONPROGO - Pemerintah desa (pemdes) harus berani membuat blue print atau garis besar dalam membuat perencanaan pembangunan di desanya. Ini penting agar pembangunan lebih tepat sasaran dan sesuai rencana pembangunan yang ada di level atasnya.

“Blue print ini penting agar pembangunan di desa lebih tepat,” tutur anggota Fraksi PDIP DIY Sudarto saat melakukan penjaringan aspirasi dalam reses di Balai Desa Sogan, Wates, Kulonprogo, kemarin. Penyusunan blue printharus melibatkan seluruh elemen di masyarakat melalui musrenbang. Dari usulan dan pendataan potensi, akan dirangkum menjadi kekuatan dan kebutuhan yang harus dipenuhi.

Hasilnya akan disinkronkan dengan rencana kecamatan dan kabupaten agar tidak tumpang tindih. Dengan begitu, nantinya kades mudah menjalankan pemerintahan dan transparan. “Pengawasan tetap harus dilakukan dan pembangunan bisa lebih terinci dan tepat sasaran,” tandas Sudarto.

Anggota Komisi B DPRD DIY ini juga mengaku prihatin dengan banyaknya bantuan kelompok di masyarakat yang tidak bisa berkembang. Padahal, bantuan hibah ini dilakukan untuk pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Ketika ada pendataan, BPS (Badan Pusat Statistik) harus melibatkan tokoh masyarakat dan desa agar ketika muncul masalah, kades tidak menjadi kambing hitam,” tambahnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo Agus Langgeng Basuki mengatakan, pemerintah sudah memiliki pola pembangunan jangka panjang yang disesuaikan dengan RTRW (rancangan tata ruang dan wilayah) DIY. Hal ini bisa diikuti desa membuat perencanaan dengan melihat perencanaan di tingkat kabupaten dan kecamatan.

“Kalau semuanya terintegrasi pembangunan akan lebih maksimal,” tandasnya. Di sisi lain, Langgeng meminta desa lebih berani dalam membuat peraturan desa atau perdes. Kendala regulasi di level atas menjadi kendala bagi desa dalam menyusun APBdes atau anggaran pendapatan dan belanja desa.

Namun, itu bisa disikapi dengan perdes. “Kades bisa membuat perdes untuk mengeluarkan anggaran yang bersifat penting seperti membayar listrik,” tandas Langgeng. Jaring aspirasi kemarin juga dihadiri Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati. Mereka yang diajak berdiskusi berasal dari camat, kepala desa, dan ketua BPD, LPMD yang ada di dapil I meliputi Wates, Temon, dan Panjatan.

Kuntadi
(bbg)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
3 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
4 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
6 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
8 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
8 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
8 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved