Jalur Kretek-Imogiri Ambles

Selasa, 28 April 2015 - 10:07 WIB
Jalur Kretek-Imogiri...
Jalur Kretek-Imogiri Ambles
A A A
BANTUL - Jalan penghubung antara Kecamatan Kretek dengan Imogiri, tepatnya di Dusun Kalipakem, ambles. Aktivitas penambangan pasir uruk untuk Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dalam tiga pekan terakhir membuat jalan di kawasan itu tak kuat menahan beban.

Kepala Dukuh Kalipakem, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Rustanto mengatakan, aktivitas penambangan liar di kawasan sepanjang Jalan Siluk-Kretek itu baru terlihat tiga bulan. Namun, dampaknya cukup signifikan dari aktivitas tersebut. Jalan yang semula tak menunjukkan tanda-tanda kerusakan mulai terlihat memburuk ketika ratusan truk pembawa pasir bertonase besar melintas setiap hari.

“Gorong-gorong air sedalam empat meter kini ambles sepanjang lima meter,” kata Rustanto, kemarin. Rustanto menambahkan, gorong-gorong sedalam empat meter yang dibangun pada 1980-an, sebelumnya tak menunjukkan kerusakan. Namun, sejak tidak ada ketegasan dari Satpol PP Bantul terkait penambangan pasir uruk mengakibatkan beban jalan semakin besar.

Diduga karena uzur, gorong- gorong di Dusun Kalipakem ambles tak kuat menahan beban setiap hari. Khawatir akan mengakibatkan kecelakaan dan kerusakan semakin parah, warga setempat lantas berinisiatif menutup jalan sejak Minggu (26/4) petang. Kendati demikian, dia mengaku belum melaporkan kejadian itu ke pemerintah setempat.

Kini warga berharap agar aparat berwenang segera menghentikan aktivitas penambangan tersebut. “Selain mengakibatkan ambles, warga juga mengeluhkan soal debu,” tuturnya. Saat ini warga Selopamioro, Kecamatan Imogiri, yang ingin ke Parangtritis harus memutar sejauh 10 kilometer jika menggunakan mobil.

Sementara bagi yang menggunakan roda dua masih diperkenankan melintas walaupun harus bergiliran melalui bahu jalan atau warga bisa memanfaatkan jembatan kecil penghubung antara Imogiri dengan Kecamatan Pundong. Sementara Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Manusia (DPU ESDM) DIY, Harwanto, menyayangkan amblesnya jalan antara Siluk-Kretek itu.

Pemerintah setempat seharusnya tegas soal kendaraan yang melewati di atasnya, apalagi amblesnya jalan itu karena penambangan pasir liar. Apalagi kekuatan goronggorong itu hanya sebesar 6 ton. “Belum lama memang jalan tersebut dilimpahkan ke kami (DPU DIY), lha kok keduluan amblesnya,” katanya.

Tahun ini, pihaknya menganggarkan dana sebesar Rp20 miliar untuk pemeliharaan jalan itu. Saat ini masih tahap lelang dan rencananya pada Juni mendatang akan ada penandatanganan kontrak dengan pemenang tender. Kemungkinan pada Juni atau Juli, jalan tersebut sudah kembali normal digunakan.

Erfanto linangkung
(bbg)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Polda Metro Jaya Siap...
Polda Metro Jaya Siap Tindak Tegas Pocong Begal yang Resahkan Warga
41 menit yang lalu
Gempa Magnitudo 5,3...
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Bengkulu Selatan
1 jam yang lalu
Ratusan Peserta Padati...
Ratusan Peserta Padati Nobar Pesta Babi di Sekretariat PMKRI Jakarta Pusat
1 jam yang lalu
Persib Juara Super League,...
Persib Juara Super League, Ribuan Bobotoh Tumpah Ruah di Fly Over Pasopati
2 jam yang lalu
Jakarta Barat Dijuluki...
Jakarta Barat Dijuluki Gotham City, Polda Metro Buka Suara
3 jam yang lalu
Hadapi Super El Nino...
Hadapi Super El Nino di Musim Kemarau, BMKG Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca
3 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved