Pengalihan Lalin KAA, Kemacetan Terjadi Hingga Jelang Tengah Malam
Kamis, 23 April 2015 - 01:20 WIB
Pengalihan Lalin KAA, Kemacetan Terjadi Hingga Jelang Tengah Malam
A
A
A
JAKARTA - Kemacetan di Jakarta akibat dari penutupan ruas jalan protokol terkait pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) berlangsung hingga malam hari. Kemacetan ini terjadi sejumlah titik di kawasan Jakarta Selatan.
Pantuan Sindonews, kemacetan parah terjadi saat malam hari di sejumlah titik di antaranya Jalan Sultan Agung, Jalan Prapanca Raya, Jalan Wijaya I, Jalan Mampang Prapatan, Jalan Saharjo dan Jalan HR Rasuna Said.
Di Jalan Prapanca Raya misalnya, kendaraan merayap mulai dari arah Jalan Pattimura menuju Blok M, Pangeran Antasari sampai ke simpang Jalan Kemang Raya. Kemudian di Jalan Wijaya 1 hingga ke Jalan Kapten Tendean.
Begitu juga di Jalan Mampang Prapatan Raya, Jalan Rasuna Said, Jalan Casablanca, sampai ke Jalan Saharjo mengalami kemacetan parah. Kendaraan tampak bergerak dikisaran kecepatan 5 hingga 10 km perjam.
Terakhir di Jalan Pasar Minggu Raya, yakni sejak dari arah Pancoran menuju Pasar Minggu pun ikut pula dipadati oleh ratusan kendaraan. Bahkan, kemacetan pun terjadi di Jalan MT Haryono, tepatnya sejak dari Pancoran menuju perempatan Jalan Dewi Sartika.
"Saya terus terang enggak tahu kalau ada pengalihan arus ini. Kalau tahu pun saya enggak bakal lewat sini. Sekarang sudah kejebak macet begini mau gimana," ujar Subhan kepada Sindonews di Jalan Prapanca Raya, Rabu 22 April tadi malam.
Begitu juga dengan pengendara mobil, Yeni mengungkapkan, akibat kemacetan panjang di Jalan Prapanca itu, dia harus menghabiskan waktu sampai setengah jam lebih untuk sampai di Kemang. Padahal, biasanya dia hanya menghabiskan waktu sekira 15 menit lamanya dari Blok M menuju Kemang.
"Ini imbas pengalihan dari Senayan ke Pattimura sampai ke Blok M itu tadi kali yah. Saya juga baru tahu itu," tuturnya.
Pantuan Sindonews, kemacetan parah terjadi saat malam hari di sejumlah titik di antaranya Jalan Sultan Agung, Jalan Prapanca Raya, Jalan Wijaya I, Jalan Mampang Prapatan, Jalan Saharjo dan Jalan HR Rasuna Said.
Di Jalan Prapanca Raya misalnya, kendaraan merayap mulai dari arah Jalan Pattimura menuju Blok M, Pangeran Antasari sampai ke simpang Jalan Kemang Raya. Kemudian di Jalan Wijaya 1 hingga ke Jalan Kapten Tendean.
Begitu juga di Jalan Mampang Prapatan Raya, Jalan Rasuna Said, Jalan Casablanca, sampai ke Jalan Saharjo mengalami kemacetan parah. Kendaraan tampak bergerak dikisaran kecepatan 5 hingga 10 km perjam.
Terakhir di Jalan Pasar Minggu Raya, yakni sejak dari arah Pancoran menuju Pasar Minggu pun ikut pula dipadati oleh ratusan kendaraan. Bahkan, kemacetan pun terjadi di Jalan MT Haryono, tepatnya sejak dari Pancoran menuju perempatan Jalan Dewi Sartika.
"Saya terus terang enggak tahu kalau ada pengalihan arus ini. Kalau tahu pun saya enggak bakal lewat sini. Sekarang sudah kejebak macet begini mau gimana," ujar Subhan kepada Sindonews di Jalan Prapanca Raya, Rabu 22 April tadi malam.
Begitu juga dengan pengendara mobil, Yeni mengungkapkan, akibat kemacetan panjang di Jalan Prapanca itu, dia harus menghabiskan waktu sampai setengah jam lebih untuk sampai di Kemang. Padahal, biasanya dia hanya menghabiskan waktu sekira 15 menit lamanya dari Blok M menuju Kemang.
"Ini imbas pengalihan dari Senayan ke Pattimura sampai ke Blok M itu tadi kali yah. Saya juga baru tahu itu," tuturnya.
(whb)