Tolak Digusur, Pedagang Siramkan Air Cabai ke Petugas
Senin, 20 April 2015 - 11:06 WIB
Tolak Digusur, Pedagang Siramkan Air Cabai ke Petugas
A
A
A
MEDAN - Ratusan pedagang pasar Jalan Sutomo, Medan, Senin (20/4/2015) pagi, terlibat bentrok dengan petugas Satpol PP Kota Medan.
Sejumlah pedagang yang menolak di gusur menangis histeris dan melempar petugas Satpol PP dengan air cabai serta baran -barang dagangan. Namun aksi pedagang tidak menghalangi petugas untuk melakukan penggusuran.
Rencananya, para pedagang akan direlokasi dari pusat pasar Medan ke pasar induk lau chi Tuntungan Kabupaten Deli Serdang.
Suasana semakin memanas saat petugas Satpol PP mengatakan ada rekannya yang disandera oleh para pedagang.
Sehingga petugas Satpol PP berusaha menerobos blokade para pedagang, namun setelah di periksa tidak ada penyanderaan oleh pedagang.
Para pedagang menilai penggusuran yang di lakukan oleh petugas terkesan dipaksakan, karena para pedagang masih melakukan proses hukum di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara.
Salah seorang pedagang wanita mengaku menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh Petugas Satpol PP."Jari saya berdarah dipukul Satpol PP, ini lihat," kata pedagang bernama Mika Boru Siburian.
Meski mendapatkan perlawanan, proses pembongkaran tetap dilakukan dengan menggunakan alat berat.
Sejumlah pedagang yang menolak di gusur menangis histeris dan melempar petugas Satpol PP dengan air cabai serta baran -barang dagangan. Namun aksi pedagang tidak menghalangi petugas untuk melakukan penggusuran.
Rencananya, para pedagang akan direlokasi dari pusat pasar Medan ke pasar induk lau chi Tuntungan Kabupaten Deli Serdang.
Suasana semakin memanas saat petugas Satpol PP mengatakan ada rekannya yang disandera oleh para pedagang.
Sehingga petugas Satpol PP berusaha menerobos blokade para pedagang, namun setelah di periksa tidak ada penyanderaan oleh pedagang.
Para pedagang menilai penggusuran yang di lakukan oleh petugas terkesan dipaksakan, karena para pedagang masih melakukan proses hukum di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara.
Salah seorang pedagang wanita mengaku menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh Petugas Satpol PP."Jari saya berdarah dipukul Satpol PP, ini lihat," kata pedagang bernama Mika Boru Siburian.
Meski mendapatkan perlawanan, proses pembongkaran tetap dilakukan dengan menggunakan alat berat.
(nag)