2 Jambret ABG Dikeroyok Warga, Motor Dibakar

Senin, 20 April 2015 - 04:14 WIB
2 Jambret ABG Dikeroyok...
2 Jambret ABG Dikeroyok Warga, Motor Dibakar
A A A
PALEMBANG - Seorang remaja pelaku jambret, Khaidir (19), dikeroyok warga, di Jalan Residen A Rozak, persis di depan Ruko Baru Simpang Empat Kalidoni, Palembang.

Berdasarkan catatan kepolisian, Khaidir telah 34 kali menjambret di wilayah hukum Kalidoni dan Lemabang. Saat ini, pelaku sudah dijebloskan ke dalam bui Polsek Kalidoni.

"Pelaku beraksi dengan temannya Wardi Wijaya (17), yang tinggal bertetangga di Kelurahan Sei Lais, Kecamatan Kalidoni," kata Kapolsek Kalidoni Palembang AKP Rachmat S Pakpahan, kepada wartawan, Minggu (19/4/2015).

Ditambahkan dia, pelaku dikenal sebagai raja jambret di kawasan ini. Tapi sial, saat menjambret seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Mapolda Sumsel, Rusnaini (46), dua remaja itu terjatuh.

"Saat itu korban hendak pergi ke pesta pernikahan. Dia menaruh tas di atas pangkuannya dalam keadaan dibonceng," tambahnya.

Dilanjutkan dia, saat itu Wardi yang bertugas menarik tas itu dan menyimpannya di dalam kaosnya. Karena motor Yamaha Mx nomor polisi BG 2653 AAD warna hitam yang dikendarai pelaku menabrak pengendara lain, mereka pun terjatuh.

"Saat terjatuh itu korban teriak dan pelaku menjadi bulan-bulanan massa," bebernya.

Beruntung, nyawa keduanya berhasil diselamatkan. Kepada polisi, Khaidir mengaku, dalam dua bulan terakhir ini dirinya menjambret bersama Usup (DPO) paling banyak. Sedangkan dengan Wardi, baru dua kali.

"Kalau dihitung, sampai hari ini sudah 34 kali menjamret. Di wilayah Kalidoni 20 kali, dan 14 kalinya di wilayah Lemabang. Sering jambretnya dengan Usup, karena Usup terus yang mengajak untuk jambret. Saya hanya ikut saja," terangnya.

Ditambahkan dia, yang terakhir ini tertangkap lantaran terjatuh setelah menabrak seorang pengendara motor yang ada di lokasi kejadian. Saat terjatuh, dia bersama Wardi langsung dihajar massa dan motornya dibakar warga.

"Kalau hasilnya yang ada di dalam tas itu kadang dapat uang dan dapat Hp. Uang yang dibagi, biasanya dipakai untuk jajan, beli kaos, dan beli celana," ungkapnya.

Sementara, menurut pengakuan Wardi yang masih tercatat siswa Kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), awalnya dia diajak Khaidir untuk menemani mengisi minyak dan potong rambut.

"Saat ikut. Ternyata bukan mengisi minyak, saya malah dipaksa menarik tas korban, karena diancam oleh Khaidir. Kalau tidak mau, saya akan diturunkan dari atas motor. Jadi saya menuruti saja," jelasnya.

Dirinya mengaku, baru dua kali menjalankan aksi jambret bersama Khaidir. Pertama di depan Palembang Trade Centre (PTC) Mall, pada Sabtu 18 April 2015, dan kedua tertangkap.
(san)
Berita Terkait
Tabrak Mobil dan Motor,...
Tabrak Mobil dan Motor, 2 Jambret HP di Tangsel Ditangkap Warga
Buka Lomba Digitalisasi...
Buka Lomba Digitalisasi Pasar 2025, Pramono: Copet dan Preman Perlahan-lahan Hilang
Pencopet di Demo Buruh...
Pencopet di Demo Buruh Depan DPR Diamankan
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Jeon Hye Bin Kecopetan...
Jeon Hye Bin Kecopetan Rp177 Juta di Ubud, Puji Polisi dan Jaga Citra Bali
Incar Anak Kecil, 2...
Incar Anak Kecil, 2 Penjambret Handphone di OKU Timur Ditangkap
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
3 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
3 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
4 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
5 jam yang lalu
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved