Ketika Desainer Muda Semarang Unjuk Karya

Minggu, 19 April 2015 - 09:08 WIB
Ketika Desainer Muda...
Ketika Desainer Muda Semarang Unjuk Karya
A A A
Dunia fashion Kota Semarang semakin kaya dengan kehadiran talenta-talenta muda. Saat ini banyak desainer muda/local brand menuangkan kreativitas dalam balutan busana nan apik. Sayangnya, kepiawaian mereka dalam bidang rancang pakaian ini tidak terfasilitasi dengan baik.

Alhasil, perancang muda kesulitan menampilkan dan memasarkan karyanya ke publik. Akibatnya, kreativitas mereka masih dipandang sebelah mata pencinta fashion. Padahal, jika berbicara soal kualitas, produk yang dihasilkan tidak kalah dengan desainer dari daerah lain.

Minimnya ajang bagi desainer muda Kota Lumpia menampilkan karyanya membuat Komunitas Semarang Fashion Society menggelar acara bertajuk Fashion Rhythm Trunk Show , Jumat (17/4) malam. Mini fashion show ini menjadi sarana desainer muda saling berlomba untuk menampilkan desain sebaik mungkin dengan menampilkan ciri khas atau daya tarik sendiri.

Terbentuk pada Januari 2015, Semarang Fashion Society diharapkan menjadi wadah bagi desainer maupun local brand Semarang yang masih merintis dan ingin maju bersama, saling mengisi, bersaing sehat serta saling mendukung satu sama lain. “Selama ini, pergelaran fashion show terkesan eksklusif karena didominasi perancang terkenal dan butuh biaya besar,

sedangkan perancang muda yang sedang merintis hanya bisa gigit jari dan cuma menjadi penonton tanpa tahu bagaimana mewujudkannya,” ujar Desainer Tamlikha by Chinta, Chinta Dwi Pramesti, kepada KORAN SINDO.Fashion show untuk memamerkan memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Hal ini pula yang menjadi kendala desainer muda untuk bisa berkembang.

Padahal, keinginan menunjukkan karya sangat besar. “Momen ini digunakan untuk menggaet konsumen baru dan membuka peluang bisnis semakin lebar,” katanya. Chinta yang sudah berkiprah di level nasional dengan menyabet juara 1 The New Designer dari Scarf Magazine mengaku sempat merasakan tantangan tersebut.

Namun, dengan keunikan yang ditampilkan bukan tidak mungkin perancang lokal bisa menembus pasar nasional. Apalagi, desainer muda muncul dengan keunikan dan karakter masing-masing. Meski mengikuti tren, dia mengingatkan agar ciri khas dari setiap karakter desainer tetap dipertahankan untuk membedakan dengan karya lainnya. “Desainer baru tidak boleh merasa puas dan harus menggali ilmu lebih dalam untuk mengasah kemampuan,” ujarnya.

Desainer dari Meilleur Ami, Nur Hamidiya menilai gebrakan baru para desainer lokal harus dilakukan untuk membuka mata pencinta fashion di Kota Semarang. “Alhamdulillah responsnya sangat baik dan ini menjadi langkah baru di kota tercinta,” ungkap Ciss, sapaan akrabnya. Dalam Fashion Rhythm Trunk Show, setiap desainer menampilkan produk dalam waktu kurang lebih enam menit.

Pergelaran ini diakui menjadi pengalaman baru yang menegangkan. Minimnya waktu namun harus mengena di hati para penikmat fashion membutuhkan trik tersendiri. “Harapannya pencinta fashion di Kota Semarang bangga menggunakan produk lokal dan menular ke berbagai kota di Indonesia maupun luar negeri,” pungkasnya. Pergelaran karya desainer muda ini juga menjadi ajang mengenalkan brand lokal agar dapat diapresiasi pencinta fashion di Kota Semarang.

“Semarang juga memiliki brand- brand busana ready to wear hingga couture yang dapat diperhitungkan oleh penikmat fashion,” timpal Desainer Emily Clara dari Clara& Nolly (C&N). Kebanggaan menggunakan produk desainer muda menstimulus mereka untuk berkreativitas lebih baik lagi. Dunia fashion bergerak dinamis mengikuti tren dan setiap tahun memunculkan tren tersendiri. “Upaya mengenalkan brand harus dilakukan secara kontinu agar semakin populer,” tandasnya.

Hendrati hapsari
(bbg)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
20 menit yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
25 menit yang lalu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
31 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
41 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
51 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
2 jam yang lalu
Infografis
Perjuangan Garuda Muda...
Perjuangan Garuda Muda di Piala Dunia U-17 2025 Dimulai!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved