Nelayan Kecil di Bengkulu Masih Bisa Gunakan Pukat Harimau

Rabu, 15 April 2015 - 00:59 WIB
Nelayan Kecil di Bengkulu...
Nelayan Kecil di Bengkulu Masih Bisa Gunakan Pukat Harimau
A A A
BENGKULU - Nelayan kecil pengguna alat tangkap trawl atau pukat harimau, di Provinsi Bengkulu masih bisa menggunakan alat tangkapnya hingga akhir September 2015.
Toleransi ini diberikan kepada nelayan pengguna kapal dengan kapasitas di bawah 5 grass ton (GT) saja.

Plt Sekda Provinsi Bengkulu Sumardi mengatakan, pertimbangannya untuk mengganti alat tangkap pukat harimau dengan alat tangkap biasa membutuhkan biaya tidak kurang dari Rp25 juta.

"Kita menyarankan nelayan mengganti pukat harimaunya dengan jaring Millenium. Karena alat tangkap jenis ini tidak melanggar aturan, tetapi harganya mahal. Makanya kita beri toleransi hingga akhir September, supaya bisa mengumpulkan dana untuk menggantikan alat tangkap. Jika hingga batas waktu yang ditentukan, nelayan masih menggunakan pukat harimau, sikat saja sesuai aturan yang berlaku," papar Sumardi, di Bengkulu (13/4/2015).

Toleransi masih bisa menggunakan alat tangkap trawl di Provinsi Bengkulu dibatasi hanya kapal dengan bobot di bawah 5 GT saja. Sedangkan kapal yang bobotnya di atas 5 Gt, tetap dilarang.

Bahkan Pemerintah Provinsi Bengkulu sudah meminta kepada aparat terkait, baik Pangkalan TNI Angkatan Laut maupun Polisi Perairan untuk langsung menangkap dan membakar kapal tersebut.

"Kapal dengan bobot di atas 5 GT itu bukan lagi milik nelayan kecil yang pertimbangannya adalah urusan perut jika begitu saja ditertibkan sesuai aturan. Karena kapal berbobot di atas 5 GT, itu sudah termasuk milik pengusaha. Jadi sikat saja jika ada kapal di atas 5 GT itu masih menggunakan trawl. Kita sudah meminta aparat terkait untuk menangkap bahkan membakar kapalnya," pungkas Sumardi.
(sms)
Berita Terkait
3 Hari Menghilang, 2...
3 Hari Menghilang, 2 Nelayan di Pesisir Barat Lampung Akhirnya Ditemukan
Dua Nelayan NTT Terdampar...
Dua Nelayan NTT Terdampar di Depan Kantor KBRI Oekusi
Nelayan Pangkep Terdampar...
Nelayan Pangkep Terdampar di Bali Setelah 15 Hari Terombang-ambing di Laut
Dihantam Ombak Besar...
Dihantam Ombak Besar di Perairan Wonggarasi Timur, 5 Nelayan Selamat 1 Hilang
Tiga Hari Hilang saat...
Tiga Hari Hilang saat Melaut, Nelayan Asal Maros Ditemukan Tewas
Nelayan Bintan yang...
Nelayan Bintan yang Hanyut 7 Hari Akhirnya Kembali ke Rumah
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
19 menit yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
56 menit yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
1 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
1 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
1 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved