Ribuan Hektare Tambak di Brebes Hilang Tergerus Abrasi

Sabtu, 11 April 2015 - 04:14 WIB
Ribuan Hektare Tambak...
Ribuan Hektare Tambak di Brebes Hilang Tergerus Abrasi
A A A
BREBES - Abrasi di pesisir Kabupaten Brebes terus berlangsung. Terdapat ribuan hektare lahan tambak yang sudah hilang akibat tergerus abrasi.

Kasi Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Brebes Maskorim mengatakan, dari total 12.700 hektare lahan tambak yang ada di wilayah pesisir, sebanyak 2.300 hektare di antaranya rusak dan hilang tergerus abrasi.

"Lahan tambak yang hilang karena abrasi tersebar dari pesisir Losari sampai Brebes," kata Maskorim, kepada Sindonews, Jumat (10/4/2015).

Titik lahan yang terkena abrasi paling parah, berada di Kecamatan Brebes, meliputi Desa Randusanga Wetan, dan Randusanga Kulon, serta Kecamatan Losari meliputi Desa Limbangan, dan Karang Dempel.

"Di Kecamatan Wanasari, seperti Desa Sawojajar, Kaliwlingi, abrasi juga cukup tinggi," ungkap Maskorim.

Maskorim menyatakan, upaya penanganan abrasi dilakukan tiap tahun. Di antaranya dengan langkah vegetasi berupa penanaman mangrove di lahan-lahan yang kritis, serta pembangunan talut bronjong, dan pemasangan alat pemecah ombak.

"Selain dialokasikan tiap tahun di APBD, penanganan abrasi juga kami upayakan dari bantuan propinsi dan pusat," ucapnya.

Pada tahun ini, sudah dialokasikan anggaran penanaman 150.000 batang mangrove di lahan seluas 15 hektare. Tahun ini juga akan ditanam 80.000 batang mangrove di semilan hektare lahan yang dananya dari APBD provinsi.

"Dari pusat juga kami mendapat mangrove yang bisa ditanam di lahan seluas 30 hektare," terangnya.

Meski demikian, Maskorim mengakui penanaman mangrove di lahan pesisir pantai masih harus terus dilakukan untuk mencegah kerusakan ekosistem pesisir laut.

Sebab, saat ini jumlah lahan yang sudah ditanami mangrove belum mencapai sepertiga atau 30% dari potensi lahan yang bisa ditanami. "Saat ini lahan mangrove yang ada baru 1.179 hektare, dari total 12.700 hektare lahan hamparan tambak yang ada," ujarnya.

Maskorim mengungkapkan, selain bantuan pohon mangrove, pemkab juga akan mendapatkan bantuan hybrid engineering atau pemecah ombak yang menggunakan teknologi dari Belanda.

Alat yang rencananya dibangun sepanjang 1,1 kilometer tersebut, selain mampu menahan ombak juga, juga diharapkan dapat mengendapkan lumpur yang terbawa ombak.

"Dalam waktu dekat akan ada tim dari pusat yang melakukan survey dan kajian untuk lokasi pemasangan. Di wilayah pantura yang mendapatkan alat itu hanya Kabupaten Brebes dan Demak," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Cegah Abrasi, Tata Metal...
Cegah Abrasi, Tata Metal Lestari dan Kemenperin Tanam 661 Mangrove di Tangerang
Abrasi Sungai Pohara...
Abrasi Sungai Pohara di Konawe
25 Bangunan Rusak akibat...
25 Bangunan Rusak akibat Abrasi Pantai Amurang, Warga Diminta Mengungsi
Jalan By Pass Kolut...
Jalan By Pass Kolut Kerap Jebol Diterjang Gelombang, BWS dan BPJN Belum Bertindak
Cegah Abrasi, Pena Mas...
Cegah Abrasi, Pena Mas Ganjar Gelar Penanaman Mangrove di Demak
Ratusan Rumah di Pesisir...
Ratusan Rumah di Pesisir Jeneponto Terancam Abrasi, Perlu Dibangun Tanggul Pemecah Ombak
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
2 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
2 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
2 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
2 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
3 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved