Ada Bom di Tanah Abang, Ini Kata Warga Setempat
Rabu, 08 April 2015 - 19:18 WIB
Ada Bom di Tanah Abang, Ini Kata Warga Setempat
A
A
A
JAKARTA - Ledakan bom banting di Jalan Jati Bunder, RT 16/09, Tanah Abang, Jakarta Pusat, membuat hebok warga setempat. Warga tak memercayai bila di lingkungan tersebut dijadikan sarang pembuatan bom banting.
"Yang bener saja, masa tempat tinggal saya dijadikan tempat teroris bikin bom. Jangan sembarangan dong, jangan nakutin kami," ujar warga Jalan Jati Bunder, Erni (53) saat berbincang dengan Sindonews di lokasi kejadian, Rabu (8/4/2015).
Perempuan yang mengaku berasal dari Indramayu itu menjelaskan, sejatinya, aktivitas di bedeng tersebut tampak biasa saja. Tidak ada tanda-tanda adanya aktivitas mencurigakan seperti perakitan bom banting.
"Di situ (bedeng) biasa saja kok. Enggak ada kecurigaan di situ ada teroris atau yang mencurigakan lainnya. Orang juga tahunya di situ lahan kosong saja," terangnya.
Begitu juga dengan warga lainnya, Ina mengungkapkan, jika memang kampungnya itu benar diitinggali oleh pelaku pembuat bom banting. Dia meminta kepolisian membersihkannya dengan cepat dan tuntas.
"Maunya kalau bener dinetralisirlah. Kita jadi terancam keselamatannya. Kita pun khawatir kejadian seperti ini bisa berulang kembali," ucapnya.
"Yang bener saja, masa tempat tinggal saya dijadikan tempat teroris bikin bom. Jangan sembarangan dong, jangan nakutin kami," ujar warga Jalan Jati Bunder, Erni (53) saat berbincang dengan Sindonews di lokasi kejadian, Rabu (8/4/2015).
Perempuan yang mengaku berasal dari Indramayu itu menjelaskan, sejatinya, aktivitas di bedeng tersebut tampak biasa saja. Tidak ada tanda-tanda adanya aktivitas mencurigakan seperti perakitan bom banting.
"Di situ (bedeng) biasa saja kok. Enggak ada kecurigaan di situ ada teroris atau yang mencurigakan lainnya. Orang juga tahunya di situ lahan kosong saja," terangnya.
Begitu juga dengan warga lainnya, Ina mengungkapkan, jika memang kampungnya itu benar diitinggali oleh pelaku pembuat bom banting. Dia meminta kepolisian membersihkannya dengan cepat dan tuntas.
"Maunya kalau bener dinetralisirlah. Kita jadi terancam keselamatannya. Kita pun khawatir kejadian seperti ini bisa berulang kembali," ucapnya.
(whb)