Laskar Wong Kito Lesu Darah

Rabu, 08 April 2015 - 10:22 WIB
Laskar Wong Kito Lesu...
Laskar Wong Kito Lesu Darah
A A A
PALEMBANG - Publik Sumsel mulai mempertanyakan permainan dan kinerja pelatih Sriwijaya FC, karena menampilkan permainan tanpa mental dan gairah di kandang. Kemarin, SFC kembali berbagi angka setelah ditahan imbang tim tamu Semen Padang 2-2.

Kekecewaan tersebut cukup berasalan, sebelumnya Sabtu (04/4) timkebanggaan wong Sumsel ini juga ditahan imbang Pelita Bandung Raya (PBR) dengan skor 1-1. Karena itu, usai pertandingan ke marin, terdengar dari tribun penonton teriakan yang meminta evaluasi kinerja pelatih. Sebelum nya, publik Sumsel sangat berharap dengan pelatih dan materi pemain SFC musim ini akan mampu mengemba likan keangkeran Jakabaring.

Berdasarkan data permainan kemarin, Semen Padang berhasil duluan membobol gawang tuan rumah pada menit 19 oleh NurIskandar. Laskar Wong Kitobaru dapat menyamakan kedudukan pada menit 36. Kemudian dijebol kembali oleh Semen Padang pada menit 43 melalui aksi Hendra Ade Bayau.

Sementara, gol penyeimbang tuan rumah baru tercipta di babak kedua, tepatnya menit ke-76 yang dicetak Ferdinand Sinaga. Asisten Pelatih SFC Hendri Susilo mengakui, anak asuhnya ber main di kandang seolah-olah tanpa mental bertanding. Ferdinand Sinaga dkk terlihat bermain tanpa gairah. “Ada pesan dari Om Benny (pelatih kepala SFC) minta maaf belum bisa memberikan kemenangan.

Saya tidak tahu apa penyebabnya pemain kita tidak ada gairah,” sesal Hendri. Hendri menuturkan, semua upa ya telah dilakukan jajaran pelatih untuk mempersiapkan tim menjelang kompetisi. Namun semuanya seperti percuma, dari sektor lini per lini terlihat ham bar. “Itu menjadi pertanyaan ka mi semua jajaran pelatih. Kenapa sudah masuk kompetisi resmi semua pemain jadi kendor,” keluhnya.

Kendati demikian Hendri menyatakan, terus melakukan evaluasi agar menemukan penyebabnya hingga pemain terlihat kalah mental berlaga di hadapan publik sendiri, sedangkan kompetisi QNB-League baru bergulir dua pertandingan. “Kompetisi masih pan jang, kesempatan kita masih terbuka lebar,” pungkasnya.

Secara terpisah, Pelatih Semen Padang Nil Maizar mengatakan, cukup senang dengan hasil im bang tersebut, karena target mendapat poin di kandang SFC, berhasil dicapai. “Saya puas dengan hasil kita, semua pemain terlihat maksimal. Hingga target curi poin di sini mampu kita wujudkan,” ujar Nil sumringah.

Disinggung insiden Nil menarik seluruh anak asuhnya merapat ke bench dinilai suatu pelanggaran pada menit ke-60, karena tidak sepakat keputusan wasit melihat salah satu tangan pemain belakang tersentuh bola. Nil hanya mengatakan, “Tiba-tiba penalti, saya tidak mempersoalkannya. Hanya saja mau bertanya saja kepada semua pemain apakah itu benar.

Karena menurut saya tangan itu ada di dada tidak aktif. Artinya, itu bukan sebuah pelanggaran.” Secara keseluruhan jalannya pertandingan tersebut, Nil tidak mempermasalahkan sistem peratur an wasit Thoriq M Al Katiri. Iahanya merespons untuk melihat se cara dalam keputusan sang peng adillapanganhijautersebut.“Tidak ada protes, semuanya baik dan pertandingan nanti tidak perlu dipersoalkan.

Hanyapro tes-protes kecil saja, menurut sa ya wajarlah,” sebutnya. Sementara, sekilas jalan nya pertandingan di babak per tama, Laskar Wong Kito terlihat sekali bermain lebih berhatihati. Anehnya, anak asuh Benny “Bendol” Dollo tersebut tiba-tiba melemah. Sontak saja gol pertama dari kaki Nur Iskandar menit ke-19 berhasil diciptakan karena sangat bebas bermain dilini belakang Laskar Wong Kito.

Beruntung Raphel Maitimo membalas setelah berhasil memanfaatkan free kick di menit ke-36. Malang, menit ke-43 Hendra Ade Bayau berhasil mengopti mal kan kondisi kemelut di bibir ga wang, yang membuat SFC ter tinggal 1-2. Di babak kedua, Laskar Wong Kito mendapatkan peluang yang akhirnya dimentahkan Maitimo. Menit ke-60 wasit menujuk titik putih karena salah satu pemain belakang Kabau Sirah terlihat menyentuh bola.

Namun, bola tidak berhasil dimaksimalkan Maitimo. Padahal, Nil Maizar sempat me lakukan protes selama dua menit dengan menarik anak asuh nya agar tidak melanjutkan per tandingan. Beruntung di me nit ke-76 Ferdinand Sinaga berhasil meng hindari kekalahan ba gi SFC dengan menyamakan ke dududukan 2-2.

Muhammad moeslim
(bbg)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
5 jam yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
5 jam yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
6 jam yang lalu
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
6 jam yang lalu
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
7 jam yang lalu
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
7 jam yang lalu
Infografis
Makan Daging Kambing...
Makan Daging Kambing Menyebabkan Darah Tinggi, Mitos Atau Fakta?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved