PJJ Berperan Tingkatkan APK

Sabtu, 04 April 2015 - 11:41 WIB
PJJ Berperan Tingkatkan...
PJJ Berperan Tingkatkan APK
A A A
YOGYAKARTA - Banyaknya persentase penduduk yang mengenyam pendidikan menjadi salah satu indikator keberhasilan suatu bangsa dalam pembangunan di bidang pendidikan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan ialah dengan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Hal ini diungkapkan oleh Prof Herman Dwi Surjono MSc MT PhD dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Ilmu Pembelajaran Teknologi Informasi pada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Pada pidatonya yang berjudul Adaptive and Engaging E-learning: Inovasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pendidikan Jarak Jauh, Herman menuturkan angka partisipasi kasar (APK) untuk pendidikan tinggi di Indonesia menurut data BPS masih termasuk kecil yakni 23.06% pada 2013.

“Karena itu, pemerintah melalui Kemendikbud berusaha meningkatkan APK tersebut paling tidak hingga 35% tahun 2015 ini dan 60% pada 2045 nanti. Solusi yang memungkinkan untuk meningkatkan APK adalah penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ),” katanya kemarin.

Herman mengungkapkan, sistem PJJ memiliki fleksibilitas tinggi dan daya jangkau luas melintasi ruang, waktu, budaya, dan sosioekonomi. Sistem ini juga memberikan akses pendidikan bagi siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Saat ini perguruan tinggi yang secara resmi ditunjuk oleh pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan jarak jauh adalah Universitas Terbuka (UT).

“Pemerintah melalui berbagai program di beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta pernah juga menyelenggarakan PJJ yang dikenal dengan Hylite dan PJJ PGSD serta yang terbaru adalah Kuliah Dalam Jaringan Indonesia Terbuka Terpadu.” Pria kelahiran Sidoarjo 5 Februari 1964 tersebut mengatakan, sejak 2006 di UNY telah dikembangkan portal e-learning yang disebut BESMART.

Saat itu BESMART telah digunakan oleh dosen dan mahasiswa secara bertahap untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Meski pemanfaatan BESMART hingga kini masih belum optimal, portal ini telah memperoleh penghargaan dari Depdiknas Republik Indonesia pada 2009 dan 2010 sebagai portal e-learning terbaik tingkat nasional.

“Sistem elearning yang ada sekarang ini umumnya memberikan presentasi materi pembelajaran yang sama untuk setiap pengguna,” papar Herman.

Ratih keswara
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
2 jam yang lalu
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
4 jam yang lalu
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
7 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
9 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
9 jam yang lalu
Infografis
China Tingkatkan Patroli...
China Tingkatkan Patroli di Sekitar Kepulauan Sengketa di LCS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved