Langganan Pengecer hingga Pemilik Mobil Mewah

Sabtu, 04 April 2015 - 11:23 WIB
Langganan Pengecer hingga...
Langganan Pengecer hingga Pemilik Mobil Mewah
A A A
PALEMBANG - Kawasan Jalan Pipa Reja Kelurahan 8 Ilir bukan saja dikenal sebagai langganan banjir, tapi juga sebagai Kampung Kerupuk Kempelang.

Bila melewati kawasan ini, sepanjang jalannya bisa ditemukan puluhan pondok pemanggang kempelang. Kerupuk panggang berbahan ikan yang sudah jadi dijajakan di depan pondok dengan di gantung. Pembelinya adalah para pelanggan pemilik warung dan warga yang lewat, tak terkecuali pemakai mobil mewah.

Salah satu pedagang yang ditemui, Suhartini menyebutkan, daerah ini sudah mulai ramai oleh pondok kempelang sejak 3-4 tahun terakhir. Menurutnya, ada lebih 25 pondok pemanggang di sepanjang jalan ini. Tidak sedikit juga diisi para pemanggang upahan dari dusun. "Inilah mato pencarian kami. Kalau aku, memang sudahdari dulu manggang dewek," tuturnya.

Delapan tahun lalu dia dan beberapa tetangga menjual kem pelang dengan batok kelapa. Tapi, asap batok kelapa mulai dilarang karena asapnya mengganggu pengendara motor. Karena itu, mulai 1-2 tahun terakhir mereka mulai menggunakan arang yang dibantu dengan kipas angin. Untuk modal dan untung per hari diakunya tidak terlalu besar.

Bahan kempelang di ambil suaminya dari Dusun Tebing Gerinting Ogan Ilir sebanyak 50.000 keping dengan harga Rp190 per kepingnya. Lalu ada plastik seharga Rp12.000 per kilo dan saos untuk sambel.Bahan lainnya yaitu arang yang dibeli Rp25.000 sekarung dan habis setengah karung untuk memanggang1.000kem pelang.

"Manggang dengan batok memang lebih murah untuk modal, tapi memang repot karena harus dikeringkan dulu. Kalau dengan arang kendala kami listrik mati, soalnya arang dipanaskan dengan kipas angin," terangnya.

Dia menjelaskan, bahan kem pelang mentah ini bukan hanya untuk dibakar, tapi juga dijual mentah. Untuk yang akan dibakar harus dijemur dulu biar kering. Beruntung dia memiliki sedikit lahan untuk menjemur ratusan keping kempelang mentah.

Sehari bisa dipanggang 1.000 - 4.000 kempelang. Seharga Rp5.000 - Rp15.000 sesuai jumlah ini. "Sampai malam, pondok-pondok masih manggang. Yang datang bukan yang punyo warung bae, tapi jugo wong mobil mewah. Biasonyo ramai nian di musim tahun baru," jelas dia.

Salah satu pemanggang upahan, Eli menuturkan, dia biasanya hanya membantu memanggang milik saudaranya. Upahan yang diterima sebesar Rp40 per keping setiap harinya. "Biasanya bisa manggang 1.500 kempelang. Lumayan dapat Rp80.000 sehari, nolong belanjo dapur. Daripada tidok siang di rumah," ucapnya.

Yulia savitri
(ftr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
8 menit yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
15 menit yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
31 menit yang lalu
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
1 jam yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
3 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved