Guru Besar Farmasi UGM Dikukuhkan

Rabu, 01 April 2015 - 10:09 WIB
Guru Besar Farmasi UGM...
Guru Besar Farmasi UGM Dikukuhkan
A A A
YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengukuhkan Prof Dr Abdul Rohman, SFarm, MSi, Apt sebagai Guru Besar Farmasi kemarin.

Lewat penelitian yang berjudul “Analisis Derivat Babi Dalam Produk Makanan dan Farmasi dengan Metode Fisika-Kimia dan Biologi Molekuler untuk Autentikasi Halal”, pria yang pernah dinobatkan sebagai peneliti muda terbaik se- Asia Pasifik dan mendapatkan penghargaan dalam Pro- SPER.Net Young Scopus Scientist Award untuk kategori bidang pembangunan pertanian berkelanjutan itu bersama kelompok peneliti di pusat penelitian produk halal UGM, berhasil mengembangkan alat deteksi kandungan derivat babi.

Khususnya dengan berbagai metode fisika-kimia dan biologi molekuler untuk analisis derivat babi dalam berbagai produk. “Analisis derivat babi yang sudah dikembangkan adalah analisis yang menggunakan spektroskopi inframerah, penggunaan berbagai jenis kromatografi, alat pembau elektronik, dan metode analisis DNA. Metode yang dikembangkan ini bersifat spesifik, sensitif, akurat, praktis dan murah,” kata Abdul dalam pidato pengukuhannya kemarin.

Dosen Fakultas Farmasi UGM itu menjelaskan, dari berbagai metode yang digunakan, dia bersama tim peneliti mengembangkan analisis derivat babi dengan teknologi spektroskopi inframerah (IR). Menggunakan radiasi elektromagnetik yang berkesesuaian dengan bilangan gelombang diketahui mampu berinteraksi dengan komponen nonhalal. Dan analisis spektroskopi dengan kemometrika yang telah diuji, ternyata mampu mendeteksi dan menentukan kandungan daging babi atau daging tikus dalam bakso sapi.

“IR ini bersifat sidik jari sehingga dapat digunakan pembedaan komponen halal dan nonhalal,” ungkapnya. Ketertarikan Abdul dalam meneliti analisis kehalalan produk itu telah dimulai sejak 2007. Yang dilatarbelakangi karena selama ini analisis kehalalan produk tidak menarik bagi peneliti barat karena tidak terkait dengan kepentingan mereka. Padahal seiring dengan perkembangan zaman, kesadaran masyarakat Muslim di seluruh dunia dalam menggunakan produk-produk halal kian meningkat.

Tidak hanya dalam hal produk makanan, tapi juga produk farmasi dan kosmetik. Tidak heran dari sisi ekonomi, perdagangan produk halal di dunia terus meningkat tajam. Bahkan, pasar makanan dan minuman halal secara global diprediksi terus tumbuh dari Rp1,1 triliun dolar pada 2013 menjadi Rp1,6 triliun dolar pada masa 2018. Untuk diketahui, ada berbagai macam produk yang dikategorikan mengandung komponen nonhalal. Salah satunya derivat babi.

Siti estuningsih
(ars)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
41 menit yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
1 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
1 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
2 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
2 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
2 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved