Naik-Turun BBM Bikin Riweuh
Rabu, 01 April 2015 - 09:34 WIB
Naik-Turun BBM Bikin Riweuh
A
A
A
BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku kerepotan menentukan tarif angkutan umum setelah pemerintah pusat kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pekan lalu.
BANDUNG– Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku kerepotan menentukan tarif angkutan umum setelah pemerintah pusat kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pekan lalu.
Dia memastikan, penyesuaian tarif akan dilakukan. Namun belum dapat me nye but kan terkait besaran kenaikam tarif angkot tersebut. “Nanti lahse telah rapat, karena harus men dengar aspirasi dari para pengusaha angkot dulu,” katanya. Sementara itu, Ketua Organda Kota Bandung Neneng Zuraedah mengatakan, pasca - kenaikan harga BBM, belum ada penyesuaian tarif angkot, ka rena hingga saat ini belum kesepakatan apapun bersama Pemkot Bandung.
“Belum ada kenaikan, ka rena belum ada keputusan res mi surat keputusan dari wali kota. Kalau pun ada yang sopir sudah menaikkan tarif mungkin karena kebutuhan di lapangan. BBM sendiri kansudah naik,” ucap Neneng. Untuk itu, Neneng berharap Pemkot Bandung segera merespons pascakenaikan BBM ini. Sehingga memberikan solusi bagi para pengusaha angkot. “Saya harap pemerintah juga lebih peka karena ini kandemi ke pentingan masyarakat,” katanya.
Senada dengan Ne neng, Ketua Kobanter Baru Da dang Hamdani mengatakan, ke naikan harga BBM jenis pre mium menjadi Rp7.400 berimbas langsung terhadap biaya operasional angkot. Untuk itu dia meminta segera dilakukan penyesuaian tarif. “Untuk angkot mah penyesuaian saja nambah Rp100- 200 lah, karena naiknya juga sedikit,” katanya.
Dadang mengaku, belum mem berikan instruksi kepada para sopir angkot untuk menaikan tarif. Dia meminta kepada penumpang untuk saling pengertian dalam menyikapi kenaikan harga BBM ini. “Saling pe ngertian saja antara peng gu na jasa angkutan dan pe nge mudi. Karena saat ini pe num pang sudah paham dan pe nge mudi juga menyadari,” tan das nya.
Mochamad solehudin/ dian rosadi
BANDUNG– Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku kerepotan menentukan tarif angkutan umum setelah pemerintah pusat kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pekan lalu.
Dia memastikan, penyesuaian tarif akan dilakukan. Namun belum dapat me nye but kan terkait besaran kenaikam tarif angkot tersebut. “Nanti lahse telah rapat, karena harus men dengar aspirasi dari para pengusaha angkot dulu,” katanya. Sementara itu, Ketua Organda Kota Bandung Neneng Zuraedah mengatakan, pasca - kenaikan harga BBM, belum ada penyesuaian tarif angkot, ka rena hingga saat ini belum kesepakatan apapun bersama Pemkot Bandung.
“Belum ada kenaikan, ka rena belum ada keputusan res mi surat keputusan dari wali kota. Kalau pun ada yang sopir sudah menaikkan tarif mungkin karena kebutuhan di lapangan. BBM sendiri kansudah naik,” ucap Neneng. Untuk itu, Neneng berharap Pemkot Bandung segera merespons pascakenaikan BBM ini. Sehingga memberikan solusi bagi para pengusaha angkot. “Saya harap pemerintah juga lebih peka karena ini kandemi ke pentingan masyarakat,” katanya.
Senada dengan Ne neng, Ketua Kobanter Baru Da dang Hamdani mengatakan, ke naikan harga BBM jenis pre mium menjadi Rp7.400 berimbas langsung terhadap biaya operasional angkot. Untuk itu dia meminta segera dilakukan penyesuaian tarif. “Untuk angkot mah penyesuaian saja nambah Rp100- 200 lah, karena naiknya juga sedikit,” katanya.
Dadang mengaku, belum mem berikan instruksi kepada para sopir angkot untuk menaikan tarif. Dia meminta kepada penumpang untuk saling pengertian dalam menyikapi kenaikan harga BBM ini. “Saling pe ngertian saja antara peng gu na jasa angkutan dan pe nge mudi. Karena saat ini pe num pang sudah paham dan pe nge mudi juga menyadari,” tan das nya.
Mochamad solehudin/ dian rosadi
(ars)