Pelaku Kasus Hello Kitty Tak Dipenjara

Jum'at, 27 Maret 2015 - 11:55 WIB
Pelaku Kasus Hello Kitty...
Pelaku Kasus Hello Kitty Tak Dipenjara
A A A
BANTUL - Majelis Hakim PN Bantul memutus bersalah NK, 16, terdakwa penyekapan dan penyiksaan terhadap siswi SMA Budi Luhur, LAA, 16. Meski divonis bersalah, salah satu pelaku kasus “Hello Kitty” ini tak harus dipenjara.

Oleh majelis hakim, Nk hanya dihukum menjalani rehabilitasi di Panti Sosial Bina Remaja Sleman selama 24 bulan. Ketua Ma jelis Hakim Intan Tri Kumala sari mengatakan, dalam fakta persidangan yang muncul, terdakwa dengan sengaja melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap saksi korban LAA. Sehingga, terdakwa telah sadar melakukan penyiksaan, maka terdakwa mengetahui risiko atas tindakannya tersebut akan berakibat fatal terhadap korban.

"Terdakwa terbukti secara sah melakukan tindakan melawan hukum," ujar Intan dalam persidangan, kemarin. Nk terbukti telah berperan dalam penjemputan, penyekapan, mengikat korban dengan tali rafia, menampar, menendang berkali-kali. Bahkan terdakwa juga telah terbukti secara sadis memasukan botol minuman keras yang sebelumnya diberi beberapa cairan ke dalam kemaluan korban. Namun, karena terdakwa masih tergolong anak-anak, maka sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Peradilan Anak, maka yang dikedepankan adalah tindakan rehabilitasi bukan penjara.

Sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, maka majelis hakim memutuskan untuk merehabilitasi terdakwa karena undang-undang tersebut mengatakan pemidanaan anak merupakan jalan terakhir. “Semua tindakan tersebut merupakan pidana, tetapi karena anak-anak, sesuai dengan UU Peradilan Anak, mengedepankan rehabilitasi. Maka majelis hakim menjatuhkan sanksi terhadap terdakwa anak dengan hukuman menjalani rehabilitasi selama 24 bulan di panti rehabilitasi khusus anak dan denda Rp5.000,”ujarnya.

Usai mendengarkan putusan dari majelis hakim, saksi kor ban, LAA langsung mena ngis dan memeluk keluarganya. Se men ta ra ibu korban, Menik Par diyem langsung keluar dan menghindari pertanyaan awak media yang menunggu sejak lama. Menik mengaku tidak terima dengan putusan majelis hakim. “Saya tidak terima,” katanya.

Menik menilai putusan majelis hakim yang membebaskan terdakwa dari hukuman penjara dan hanya melakukan rehabilitasi tidak sesuai dengan tindakan keji terhadap anaknya. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Heradian Salipi langsung mengajukan banding. Menurut Heradian, putusan ter sebut tidak sesuai dengan tuntutan jaksa dengan hukuman penjara dua tahun penjara dikurangi masa tahanan. Dia menampik keputusan mengajukan banding tersebut karena desakan keluarga korban.

“Ini murni karena tidak sesuai dengan tuntutan kami. Kami menghormati putusan hakim, tetapi jaksa tetap akan banding,” katanya. Sebelumnya, jaksa menuntut Nk dengan hukuman empat tahun penjara karena telah terbukti secara sengaja turut serta melakukan penyekapan dan penyiksaan terhadap korban LAA. Terdakwa Nk dianggap me langgar Pasal 351 tentang Pengeroyokan dan Pasal 333 tentang Perampasan Hak Kemerdekaan Orang Lain.

Kasus ini sendiri sempat menyita perhatian publik di Bantul. Selain pelaku rata-rata masih berusia muda, perbuatan mereka tergolong sadis. Selain menyekap korban, para pelaku juga menganiaya korban. Korban dipukul, ditendang, disundut rokok, dan digunduli. Selain itu, Nk dengan sadis tega memasukan botol minuman ke alat kelamin korban. Kasus ini di picu ketersinggungan Ratih (salah satu pelaku) terhadap korban. Ratih tak terima korban membuat tato Hello Kitty. Tato itu sama dengan tato miliknya.

Erfanto linangkung
(bhr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
18 menit yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
41 menit yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
1 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
2 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
3 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved