Tahanan Tewas di Penjara, Keluarga Tolak Autopsi

Jum'at, 27 Maret 2015 - 10:38 WIB
Tahanan Tewas di Penjara,...
Tahanan Tewas di Penjara, Keluarga Tolak Autopsi
A A A
MANADO - Pihak keluarga almarhum menolak jenazah Syamsul Alam (43), untuk dilakukan autopsi. Salah seorang perwakilan keluarga, Alfin mengatakan, pihaknya percaya dengan hasil visum Tim Medis RS Bhayangkara Manado.

"Jika tim medis di Manado tidak menemukan kejanggalan, jenazah Syamsul tidak perlu diautopsi. Kami percaya dengan hasil visum luar Tim Medis RS Bhayangkara Manado, bahwa dugaan Syamsul meninggal murni serangan jantung," kata Alfin, Jumat (27/3/2015).

Sementara istri korban, Yulianti (35) mengatakan, ada kekerasan atau sebaliknya itu tidak masalah. "Kami dari pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian suami saya itu," ujar Yulianti.

Kalau pun dilakukan autopsi, kata istri korban, dan suaminya itu kembali seperti semula, tidak masalah. Tapi kan sama saja, autopsi atau sebaliknya, tetap saja dia tidak hidup kembali.

"Jadi tidak usah. Kami minta doanya, semoga suami saya itu tenang di sisi-Nya," terang Yulianti.

Sekedar diketahui, setelah pihak keluarga almarhum menolak jenazah diautopsi, mereka (pihak keluarga dan polisi) membuat perjanjian agar dikemudian hari kasus tersebut sudah tidak ada masalah lagi.

Adapun biaya penerbangan jenazah yang dijadwalkan terbang pagi ini semuanya ditanggung dari pihak Polresta Manado.

Hendrik, keponakan almarhum mengatakan, omnya itu saat tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar akan diantar di kediamnnya, di Jalan Cendrawasih, Lorong Hati Suci, Kelurahan Mattoangin, Kecamatan Mariso, Kota Makassaar.

"Setelah jenazah tiba di rumah, akan langsung dikebumikan. Tempat pemakamannya kami belum tahu, tapi yang pasti dikebumikan hari ini," jelas Hendrik.

Diberitakan sebelumnya, Syamsul tewas di Tahanan Polresta Manado, karena terkena serangan jantung. Hal ini dibuktikan dari hasil visum RS Bhayangkara Manado, bahwa di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.

Syamsul ditahan karena tak sengaja memukul salah satu anggota Polresta Manado Brigadir DP (31) hingga bawah matanya pecah, pada Minggu 22 Maret 2015 pagi, di parkiran Manado Town Square (Mantos).

Usai kejadian saat itu, Syamsul tidak dijemput paksa anggota polisi. Namun Syamsul sendiri yang datang ke Polresta Manado untuk melapor.

Saat melapor itulah, dia mengaku dipukuli seorang preman yang ternyata adalah polisi. Selanjutnya, saat itu juga Syamsul dimasukkan ke sel tahanan.
(san)
Berita Terkait
Penggalian Makam Tahanan...
Penggalian Makam Tahanan Tewas di Polresta Banyumas
Seorang Tahanan Tewas...
Seorang Tahanan Tewas Dikeroyok 10 Orang Senasib di Sel Polres Klaten
Tahanan Narkoba Polsek...
Tahanan Narkoba Polsek Medan Kota Tewas di Sel, Wajah danTubuhnya Lebam
Ali Mahbub Tewas Usai...
Ali Mahbub Tewas Usai Lompat Kodok dan Disiksa di Kamar Mandi Oleh 10 Tahanan
Polda Sumsel Klaim Luka...
Polda Sumsel Klaim Luka Lebam pada Tahanan Meninggal Bukan Disiksa Polisi
Tahanan Kasus Penggelapan...
Tahanan Kasus Penggelapan Tewas Dikeroyok 13 Penghuni Sel di Deliserdang
Berita Terkini
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
1 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
3 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
4 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
4 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved