Suyati Ternyata Tewas Dibakar Kawanan Perampok
Kamis, 26 Maret 2015 - 20:43 WIB
Suyati Ternyata Tewas Dibakar Kawanan Perampok
A
A
A
SEMARANG - Suyati nenek lima cucu yang ditemukan tewas ternyata dibakar kawanan perampok di rumahnya Jalan Kp Gondomono No 27 RT5/RW3, Plombokan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Kamis (26/3/2015). Penyelidikan sementara polisi, korban dibunuh dengan cara dibekap kemudian dibakar di kasur tempatnya tidur.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan, pihaknya menemukan barang bukti berupa sebuah jeriken berisi minyak tanah dan korek api di TKP.
“Itu yang digunakan membakar kasur dan korban. Kasus ini ada unsur pidana. Dibekap dulu baru dibakar,” ungkapnya, Kamis (26/3/2015).
Di rumah dua lantai itu, korban yang seorang janda diketahui tinggal sendiri. Kesehariannya, korban berjualan gas elpiji dan penganan arem – arem.
Sumali, tetangga korban yang rumahnya persis di depan Tempat Kejadian Perkara (TKP) menyebut sekira pukul 00.30 WIB, dilapori anaknya kalau ada kepulan asap dan api dari kamar korban.
"Awalnya terlihat dari luar, ada kepulan asap. Saya diberitahu anak saya. Saya buka pintu, ternyata dari kamar (asap dan api)," kata Sumali, tetangga korban.
Karena panik, dia langsung lari meminta tolong warga lain. Tak menyadari, di dalam kamar tepatnya di kasur ternyata ada korban. Polisi pun dihubungi. Warga memadamkan api dengan peralatan seadanya. Setelah padam, ternyata korban sudah terbakar dengan kasurnya.
Santi (34) menantu korban mengaku sempat melihat jenazah dalam posisi tak wajar. “Kalau Ibu tidur, tidak mungkin posisinya kaki di bawah, satu di atas. Yang terbakar cuma kasurnya, itupun sebagian saja,” ungkapnya di lokasi.
Dia menyebut sesaat setelah kejadian, sempat ditemukan gas ukuran 3 kg di depan rumah persis sisi barat TKP. Diduga kawanan pelakunya meninggalkan itu. Informasi yang didapat, di rumah itu sedianya ada 13 gas elpiji, namun tersisa hanya 6. Itu diduga digasak kawanan perampok. “Dulu sempat terjadi pencurian di rumah ini,” tambah Ruli, kerabat korban.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan, pihaknya menemukan barang bukti berupa sebuah jeriken berisi minyak tanah dan korek api di TKP.
“Itu yang digunakan membakar kasur dan korban. Kasus ini ada unsur pidana. Dibekap dulu baru dibakar,” ungkapnya, Kamis (26/3/2015).
Di rumah dua lantai itu, korban yang seorang janda diketahui tinggal sendiri. Kesehariannya, korban berjualan gas elpiji dan penganan arem – arem.
Sumali, tetangga korban yang rumahnya persis di depan Tempat Kejadian Perkara (TKP) menyebut sekira pukul 00.30 WIB, dilapori anaknya kalau ada kepulan asap dan api dari kamar korban.
"Awalnya terlihat dari luar, ada kepulan asap. Saya diberitahu anak saya. Saya buka pintu, ternyata dari kamar (asap dan api)," kata Sumali, tetangga korban.
Karena panik, dia langsung lari meminta tolong warga lain. Tak menyadari, di dalam kamar tepatnya di kasur ternyata ada korban. Polisi pun dihubungi. Warga memadamkan api dengan peralatan seadanya. Setelah padam, ternyata korban sudah terbakar dengan kasurnya.
Santi (34) menantu korban mengaku sempat melihat jenazah dalam posisi tak wajar. “Kalau Ibu tidur, tidak mungkin posisinya kaki di bawah, satu di atas. Yang terbakar cuma kasurnya, itupun sebagian saja,” ungkapnya di lokasi.
Dia menyebut sesaat setelah kejadian, sempat ditemukan gas ukuran 3 kg di depan rumah persis sisi barat TKP. Diduga kawanan pelakunya meninggalkan itu. Informasi yang didapat, di rumah itu sedianya ada 13 gas elpiji, namun tersisa hanya 6. Itu diduga digasak kawanan perampok. “Dulu sempat terjadi pencurian di rumah ini,” tambah Ruli, kerabat korban.
(sms)