Puluhan Warga Bekasi Mendaftar Jadi Transmigrasi

Sabtu, 21 Maret 2015 - 02:23 WIB
Puluhan Warga Bekasi...
Puluhan Warga Bekasi Mendaftar Jadi Transmigrasi
A A A
JAKARTA - Puluhan warga asli Bekasi akan diberangkatkan sebagai transmigran keluar daerah dalam waktu dekat ini. Mereka yang akan menjadi transmigran ini nantinya bakal mendapat rumah tipe 36 dan lahan seluas satu hektar apabila jadi berangkat di tahun 2015.

"Ada 25 transmigran yang sudah mendaftar sejak 2013 lalu," ujar Kabid Penempatan Kerja dan Transmigrasi Kota Bekasi Suyekti Rubiah kepada SINDO, Jumat 20 Maret 2015.

Menurutnya, dari jumlah yang mendaftar itu, hanya 15 orang yang akan diberangkatkan dan masuk kuota dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Rencananya, kata dia, daerah Kepulauan Bangka Belitung dan Kalimantan Tengah sasaran transmigran membuka hidup baru. Karena dari tahun sebelumnya keberangkatan mereka terlambat terbentur teknis di Kementerian.

Sehingga, tahun 2014 tidak ada satupun transmigran Kota Bekasi yang jadi diberangkatkan. Untuk daerah yang dituju masih didua wilayah tersebut, sesuai dengan survei yang dilakukan pihaknya tahun lalu. "Dua wilayah itu memang cocok untuk dilakukan transmigrasi," ujarnya.

Wanita yang akrab disapa Yekti ini mengaku, untuk masalah uang saku, alokasi anggaran dari APBD Kota Bekasi tahun 2015 khusus untuk transmigran terbilang kecil yakni Rp250 juta. Sehingga, setiap transmigran hanya diberikan Rp2,5 juta. "Anggaran kecil, kami kasih semampu anggaran," katanya.

Pemberian uang saku itu untuk satu kepala keluarga, ditambah setiap transmigran itu tidak dibatasi jumlah keluarga yang dibawa. Hanya saja, ada aturan yang harus diperhatikan, terutama harus sudah mempunyai status. "Jadi yang boleh ikut transmigran itu harus sudah menikah," tambahnya.

Sementara, Ketua DPRD Kota Bekasi Tumai mengaku, sebaiknya eksekutif memberikan usulan anggaran transmigran itu supaya jelas. Karena, perhitungan yang dilakukan banggar sudah tentu mengacu kepada anggaran yang dimiliki eksekutif.

"Kami hanya mengesahkan dan mengontrol terkait pengeluaran seluruh anggaran," tegasnya.

Tumai menjelaskan, banyaknya jumlah kepala keluarga yang ikut transmigrasi tentu membuat pertanyaan. Sehingga, pemerintah daerah harus mencari tahu penyebab mereka ingin hijrah.

"Pertumbuhan penduduk Kota Bekasi belum padat, kenapa harus transmigrasi," tukasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Jaga Pasokan Pangan,...
Jaga Pasokan Pangan, 3 Pasar di Bekasi Beroperasi hingga Malam
Wilayah di Bekasi yang...
Wilayah di Bekasi yang Menggunakan Nama Harapan
K-eco Pax Global Bangun...
K-eco Pax Global Bangun Ruangan Lab Komputer di Sekolah Tunas Alam
Agustus 2020, Pembangunan...
Agustus 2020, Pembangunan Underpass Bulak Kapal Dimulai
Wali Kota Bekasi Minta...
Wali Kota Bekasi Minta Mendikbud Rumuskan Kebijakan Keringanan Biaya Kuliah Warganya
Hujan sejak Siang, Sejumlah...
Hujan sejak Siang, Sejumlah Permukiman Warga di Kota Bekasi Mulai Tergenang
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
44 menit yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
2 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
5 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
5 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
5 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved