Petugas Datang Tiba-tiba, Pedagang Panik dan Histeris

Jum'at, 20 Maret 2015 - 10:48 WIB
Petugas Datang Tiba-tiba,...
Petugas Datang Tiba-tiba, Pedagang Panik dan Histeris
A A A
MEDAN - Pascapenyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota Medan di eks Taman Ria, seratusan pedagangkaki lima(PKL) kembali berjualan di kawasan Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Medan Petisah.

Tidak ingin keberadaan PKL terus menjamur, tim gabungan Pemko Medan yang terdiri dari unsur Kecamatan Medan Petisah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), TNI, dan Polresta Medan, melakukan penertiban, kemarin. Penertiban itu berlangsung ricuh karena mendapat perlawanan dari pedagang. Seorang pedagang terpaksa diamankan karena melawan.

Penertiban dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, pedagang terlihat masih ada yang baru tiba dan mulai menata dagangannya. Sementara sebagian pedagang sudah ada yang melakukan transaksi jual beli. Melihat ratusan aparat sudah bersiaga, pedagang lalu berupaya menyelamatkan barang dagangannya masing-masing.

“Tolong bantu dulu dorongkan gerobakku ini, enggak ada perasaan memang orang ini (petugas). Baru saja berjualan, kami sudahdigusur,” teriakseorangpedagang sembari mendorong gerobak jualan mi ke pinggir jalan. Bahkan, lalu lintas yang padat di Jalan Gatot Subroto tidak dipedulikannya sampai gerobaknya hampir menabrak sejumlah pengendara sepeda motor.

Sementara pedagang lain terlihat menjerit histeris. Seorang pedagang berupaya menarik meja dan kursi tempat dagangan miliknya yang sudah diangkut Satpol PP ke dalam truk untuk diamankan. Sang anak pedagang lalu menjerit melarang ibunya mengejar barang yang sudah disita petugas itu. “Jangan, mati mamak nanti,” teriak si anak. Namun, pedagang tersebut tetap melawan.

“Jangan bawa barangku! Mau makan apalagi anakku! Beraninya kalian hanya sama rakyat kecil, tapi koruptor itu tidak ditangkap,” teriaknya histeris. Namun, upaya sang pedagang tidak membuahkan hasil karena truk langsung melaju pergi membawa meja dan kursi tempat dagangannya. Di sudut lain, terlihat pedagang berupaya menghadang ratusan aparat yang sudah bersiaga.

“Enggak memang perasaan kalian. Penertiban ini tidak ada surat pemberitahuan kepada kami, jadi jangan asal mengambil barang kami,” teriak seorang pedagang boneka. Mendengar protes pedagang, Kepala Satpol PP, M Sofyan, lalu memberikan waktu selama 15 menit kepada pedagang untuk mengangkut sendiri barang dagangan mereka. “Kalau masih ada juga barang dagangan yang berada di jalan ini, maka akan kami tertibkan,” ucap Sofyan.

Sebanyak dua orang pedagang makanan terlihat langsung menyusun dagangannya sembari mengeluh. Tapi dengan sigap mereka langsung menyusun barang ke gerobak dan mendorongnya, sedangkan panci yang berisikan kuah panas masih terlihat tertinggal di pinggir jalan. “Biar saja, kalau tak makan anakku, orang ini yang berdosa,” kata pedagang paruh baya yang menggunakan hijab itu.

Beberapa pedagang lainnya terlihat berupaya mengemas barangnya kembali, dan sebagian ada yang memasukkan barang dagangan ke kios-kios yang berada di Jalan Gatot Subroto. Ketika sebagian pedagang sedang mengemas barang, tibatiba seorang perempuan yang masih mengenakan seragam sekolah putih biru datang mengendarai sepeda motor dengan kencang.

Di tengah kerumunan aparat, pelajar yang diketahui merupakan anak dari seorang pedagang itu dengan emosi menggeber klakson sepeda motornya sembari memakimaki aparat. Suasana pun menjadi gaduh. Sebagian warga yang melihat keadaan tersebut langsung berlarian. Ada yang naik ke atas jembatan penyeberangan, dan ada yang berusaha menyelamatkan diri ke pinggir jalan.

Ada juga sebagian warga yang nekat mencoba mengabadikan peristiwa tersebut dengan memfoto dan merekamnya. Apalagi seorang pemuda yang sedang menyusun tiangtiang tenda seketika memicu aparah aparat Satpol PP, sehingga baku hantam antara personel Satpol PP dan pedagang terjadi di depan sebuah kios. Kepala Satpol PP pun berteriak meminta aparat kepolisian membantu.

“Tolong kepolisian bantu ini,” ujar Sofyan. Melihat kejadian itu, dengan sigap aparat kepolisian langsung menggelandang pemuda yang tidak mengenakan baju dan bertato tersebut. Pemuda itu pun diamankan ke Polresta Medan. Seorang pedagang minuman, Weni, mengatakan, penertiban tersebut sangat tidak mendasar, karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan kepada pedagang.

“Kemarin sudah kami turuti untuk tidak berjualan dari 8-15 Maret 2015, karena ada MTQ. Setelah itu katanya boleh berjualan, ada suratnya sama kami. Jadi, baru tiga hari kami berjualan, sudah dibuat seperti ini. Kami ditertibkan tapi tidak ada pemberitahuan apapun. Habislah semua barang kami ini,” teriak Weni sambil meneteskan air mata.

Sementara barang dagangan abangnya Weni yang berjualan boneka memang sudah habis dibawa aparat menggunakan truk. “Bukan enak kami lagi nanti mengambil barang ke Kantor Satpol PP itu, karena kalau mau ambil barang nanti pakai uang. Ditindaslah terus kami yang kecil ini,” ujar Weni sambil menyeka air matanya. Sementara itu, M Sofyan mengatakan, penertiban yang dilakukan sesuai pelayanan dalam bidang ketenteraman dan ketertiban umum.

Dimana selama ini masyarakat terganggu karena adanya aktivitas masyarakat yang berdagang di daerah jalan umum. Selain itu, kawasan tersebut juga merupakan area parkir, sehingga tujuan penertiban ini adalah untuk mengembalikan fungsi area parkir. “Jumlah pedagang yang kami tertibkan ini ada sekitar 100 pedagang,” ujar Sofyan.

Sofyan menjelaskan, PKL yang berjualan di Jalan Gatot Subroto melanggar Peraturan Daerah (Perda) No 9/2009 tentang Larangan Beraktivitas di Daerah Milik Jalan. “Makanya tadi kami tertibkan. Ada sebanyak 500 aparat yang kami turunkan. Ke depannya, kami berharap pedagang tidak kembali lagi,” ucap Sofyan.

Lia anggia nasution
(bhr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
1 jam yang lalu
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
1 jam yang lalu
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
2 jam yang lalu
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
10 jam yang lalu
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
10 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
13 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved