OKI Terdeteksi 22 Hotspot

Kamis, 19 Maret 2015 - 11:16 WIB
OKI Terdeteksi 22 Hotspot
OKI Terdeteksi 22 Hotspot
A A A
KAYUAGUNG - Potensi kebakaran lahan dan hutan di wilayah OKI masih cukup besar. Hasil monitor Satelit Modis/Terra pada Januari-Februari lalu, terdeteksi ada sekitar 22 titik panas atau hotspot di Kecamatan Tulung Selapan.

“Hasil monitor satelit Modis/Terra ini, berbanding terbalik dengan hasil satelit Noah pada kurun waktu yang sama, dimana belum ada satu pun titik api yang termonitor,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI Azhar, saat paparan sosialisasi rencana aksi pencegahan kebakaran lahan dan hutan, kemarin.

Azhar mengatakan, penyebab kebakaran lahan dan hutan kebanyakan ulah warga yang mencari kayu terpendam, dengancara membakar lahan di atasnya. Umumnya lokasi yang terbakar berada di sisi kiri dan kanan sungai. Sementara, perwakilan perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) Sinar Mas Grup, Iwan Se tiawan, menuturkan, mereka sudah menyiapkan langkah-langkah mencegah kebakaran, agar kejadian kebakaran gambut tahun 2014 tidak terulang lagi tahun ini.

Iwan merinci, jumlah pos Puspodal di PT BAP ada 23 unit dengan 96 personel, PT SBA 13 unit dengan 71 personel dan PT BMH 29 unit dengan 152 perso - nel. “Upaya kami terus meng-update peta rawan kebakaran, mendirikan pos Puspodal di beberapa kecamatan. Juga telah menyiapkan personel dan membentuk regu pemadam api,” tuturnya. Bupati OKI Iskandar mengingatkan, agar warga tidak lagi melakukan pembakaran lahan dan hutan seperti tahun lalu.

Dampak kebakaran lahan dan hutan ini, dirinya sudah berulang kali dipanggil Gubernur Sumsel dan mendapatkan peringatan. “Tapi sekarang kita gagas pola kemitraan penyelamatan hutan, dengan pola pengelolaan lahan kehidupan, kemitraan masyarakat dengan Perusahaan Hutan tanaman industri (HTI) dalam pengelolaan lahan,” ungkapnya.

Iskandar menjelaskan, pelaksanaan program kemitraan tersebut diperuntukkan masyarakat tani yang tidak memiliki lahan, kemudian diberi lahan usaha tani dengan status yang jelas. “Statusnya lahannya tetap milik negara. Namun, dapat diusahakan oleh masyarakat dalam jangka waktu panjang atau lebih dari 35 tahun,” jelasnya.

Pihaknya meminta kepada perusahaan, untuk memberi insentif kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Regu Kebakaran Desa Terlatih (RKDT) yang sudah dibentuk. “Tahun ini kebakaran lahan dan hutan di OKI tidak boleh terjadi lagi. Untuk regu di desa yang sudah dibentuk, harus diberi insentif agar semangat dalam bekerja,” pinta Iskandar.

M rohali
(bhr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
2 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
3 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
3 jam yang lalu
Infografis
Line Up Timnas Indonesia...
Line Up Timnas Indonesia U-22 Lawan Filipina di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved