Rapat Bersama, Ahok Janji Berikan Kunci E-budgeting ke DPRD

Kamis, 19 Maret 2015 - 10:40 WIB
Rapat Bersama, Ahok...
Rapat Bersama, Ahok Janji Berikan Kunci E-budgeting ke DPRD
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan DPRD DKI kembali akan menggelar rapat bersama terkait dengan RAPBD DKI 2015. Dalam rapat ini juga, eksekutif akan memasukan beberapa programnya ke dalam e-budgeting bersama anggota Dewan.

Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berjanji akan memberikan password e-budgeting kepada Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. Tujuan pemberian password e-budgeting, agar politikus PDIP itu mengawasi penggunaan anggaran.

"Saya juga akan kasih password ke ketua DPRD. Jadi biar dia (Prasetyo) bisa melihat, nanti kami ajarkan (kepada) Ketua DPRD juga. Kalau menurut dia tidak sesuai bisa di lock," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2015).

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan membuka anggaran yang terkecil dari APBD. Semua itu dilakukan agar lebih transparan.

"Kami akan buka termasuk rincian anggaran terkecil di satuan ketiga kami mau buka. Sehingga masyrakat bisa menilai kalau misalnya ada anggaran enggak pantes gitu ya," tuturnya.

Salah satunya, kata dia, adanya anggaran Rp5 miliar untuk guru-guru melakukan pelatihan di luar negeri. Sampai saat ini masih ada pro-kontra.

"Makanya kami lihat kalau begitu enggak masuk akal kita lock. Kami mau membangunan ruangan komando dilatih ada UPT (Unit Pelaksana Tugas) untuk menganalisa semua yang ada di Jakarta smart city, itu berapa-berapa rehab gedung sampai soundsystem segitu Rp11 miliar masuk akal apa enggak. Nah kita mau liat perinciannya nih. Terus kursi sama meja Rp7 miliar itu masuk akal enggak," paparnya.

Menurut Ahok, e-budgeting ini merupakan era baru Indonesia. Karena, melalui sistem itu penggunaan APBD DKI Jakarta akan lebih transparan.

"Jadi SKPD enggak lagi bisa main. Terus kamu bisa lihat, pohon palem ini harganya Rp5 juta masuk akal enggak, orang mulai mikir emang Jakarta butuh pohon begitu mahal. Mending beli pohon yang enggak gampang mati dimusim kemarau. Ini pasti akan banyak terjadi perdebatan panjang, tapi enggak apa-apa," tukasnya.
(mhd)
Berita Terkait
APBD DKI Jakarta 2024...
APBD DKI Jakarta 2024 Diperkirakan Rp81,58 Triliun
Dibahas di Puncak, APBD...
Dibahas di Puncak, APBD Perubahan DKI Akan Disahkan 13 November 2020
Target Pajak 2021 Senilai...
Target Pajak 2021 Senilai Rp41,5 Triliun Dinilai DPRD DKI Membebani Masyarakat
DPRD-Pemprov Bahas APBD...
DPRD-Pemprov Bahas APBD Perubahan 2020 dan RAPBD DKI 2021 secara Pararel di Puncak
DPRD Sepakati APBD DKI...
DPRD Sepakati APBD DKI Jakarta 2022 Sebesar Rp82,47 Triliun
PKB: APBD DKI Diprioritaskan...
PKB: APBD DKI Diprioritaskan untuk Pembangunan Masyarakat
Berita Terkini
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
14 menit yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
6 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
6 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
8 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
10 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
11 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved