Mahasiswi Ini Diduga Dibawa Kabur Kernet Bus
Rabu, 18 Maret 2015 - 12:00 WIB
Mahasiswi Ini Diduga Dibawa Kabur Kernet Bus
A
A
A
SERANG - Sudah tiga bulan, Vina Erviana (20), mahasiswi cantik yang kuliah di Jurusan Ekonomi Universitas Serang Raya, kabur dari rumah orangtuanya di Kampung Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang, Banten.
Informasi yang dihimpun, putri kedua pasangan Atipah dengan Sobri ini diduga dibawa kabur oleh AM, temannya yang dia kenal dari media sosial. AM bekerja sebagai kernet bus antarkota antarprovinsi (AKAP).
"Sudah tiga bulan enggak pulang, dari Desember tahun lalu. Sudah ditelepon enggak aktif-aktif. Dicek ke kampusnya tidak ada. Ujian aja dia enggak ikut. Terakhir ketemu sudah enggak kenal sama saya," kata Atipah (45) kepada wartawan di Kota Serang, Rabu (18/3/2015)
Selain berusaha mencari anak kedua dari tiga bersaudara ini, Atipah sudah melaporkan peristiwa kehilangan anak ini ke Kepolisian Daerah (Polda) Banten pada bulan Januari lalu, namun belum ada hasilnya.
"Saya cuma pengin anak saya pulang, pulang, pulang, itu doang. Saya pengin AM ditangkap, yang udah (membuat) anak saya diguna-guna," harapnya dengan wajah sedih
Suasana makin haru ketika Atipah mengingat anaknya itu sebelumnya tidak ada permasalahan di rumah. Kuliah pun lancar. Namun, sejak kenal dengan AM, perilaku Vina berubah.
"Anaknya baik, kuliah aja lancar, enggak ada masalah di rumah. Kalau pacaran, ibu cuma pengin kenal sama pacarnya aja, biar tahu ibunya."
Informasi yang dihimpun, putri kedua pasangan Atipah dengan Sobri ini diduga dibawa kabur oleh AM, temannya yang dia kenal dari media sosial. AM bekerja sebagai kernet bus antarkota antarprovinsi (AKAP).
"Sudah tiga bulan enggak pulang, dari Desember tahun lalu. Sudah ditelepon enggak aktif-aktif. Dicek ke kampusnya tidak ada. Ujian aja dia enggak ikut. Terakhir ketemu sudah enggak kenal sama saya," kata Atipah (45) kepada wartawan di Kota Serang, Rabu (18/3/2015)
Selain berusaha mencari anak kedua dari tiga bersaudara ini, Atipah sudah melaporkan peristiwa kehilangan anak ini ke Kepolisian Daerah (Polda) Banten pada bulan Januari lalu, namun belum ada hasilnya.
"Saya cuma pengin anak saya pulang, pulang, pulang, itu doang. Saya pengin AM ditangkap, yang udah (membuat) anak saya diguna-guna," harapnya dengan wajah sedih
Suasana makin haru ketika Atipah mengingat anaknya itu sebelumnya tidak ada permasalahan di rumah. Kuliah pun lancar. Namun, sejak kenal dengan AM, perilaku Vina berubah.
"Anaknya baik, kuliah aja lancar, enggak ada masalah di rumah. Kalau pacaran, ibu cuma pengin kenal sama pacarnya aja, biar tahu ibunya."
(zik)