Lagi, Dua Embung Buatan Senilai Rp2M Diresmikan

Rabu, 18 Maret 2015 - 11:08 WIB
Lagi, Dua Embung Buatan...
Lagi, Dua Embung Buatan Senilai Rp2M Diresmikan
A A A
GUNUNGKIDUL - Setelah sukses pembangunan embung buatan dengan metode geomembran di Desa Nglanggeran, Patuk, Pemda DIY bersama Pemkab Gunungkidul kembali membangun dua embung yang sama. Kemarin, dua embung yang berada di Dusun Sriten, Desa Pilangrejo, Nglipar serta di Gunung panggung, Desa Tambakromo, Ponjong diresmikan penggunaannya oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Embung di Dusun Sriten yang kemudian dinamakan Batara Sriten ini berada di lahan Sultan Ground dan berada di ketinggian 898 di atas permukaan laut (DPL). Embung yang dibangun dengan dana dari Pemda DIY sebesar Rp2 miliar ini juga menjadi embung tertinggi di Gunungkidul. ”Karena memang puncak tertinggi Gunungkidul berada di Sriten ini,” ucap Kepala Desa Pilangrejo, Sunaryo, kemarin.

Sayangnya, hingga kini kondisi jalan menuju embung yang potensial menjadi objek wisata dengan aneka tanaman di areal kebun manggis serta kelengkeng ini masih menjadi persoalan tersendiri. Lantaran, kondisi yang belum permanen serta membahayakan pengguna kendaraan bermotor. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X berjanji akan ikut memikirkan jalur menuju embung tersebut.

Hanya saja, dia meminta masyarakat memiliki kesadaran untuk perbaikan tanah mereka dibuat jalur jalan yang lebih permanen. “Jadi kalau saya siap, warga juga harus siap jangan sampai justru menjadi masalah dikemudian hari,” ucapnya. Dia juga berpesan, embung yang menggunakan teknik geo membran yang digunakan untuk mengairi kebun buah manggis dan kelengkeng ini tidak digunakan untuk memelihara ikan.

“Karena akan merusak geomembran yang berbahan HDPE tersebut,” ucapnya. Selain Embung Sriten, dalam waktu yang sama, Sultan juga meresmikan Embung Gunung panggung yang menelan anggaran lebih kecil yaitu Rp1 miliar. Pada hari itu juga gubernur meresmikan sentra batu akik Gunungkidul yang berada di Desa Sawahan, Ponjong.

Bupati Gunungkidul Badingah berharap atas peresmian dua embung buatan serta sentra batu akik, menjadikan destinasi wisata baru. Artinya, upaya untuk menanggulangi lahan kritis dengan pemanfaatan embung buatan juga dibarengi dengan pembukaan destinasi wisata baru. ”Apalagi di Embung Sriten pemandangannya cukup bagus dan luar biasa. Jadi selain memiliki fungsi untuk pengairan juga untuk wisata,” ucapnya.

Suharjono
(bhr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
10 menit yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
7 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
8 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
8 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved