Modal Pentol Korek, Sindikat Ini Kuras Puluhan Juta dari ATM
Selasa, 17 Maret 2015 - 18:57 WIB
Modal Pentol Korek, Sindikat Ini Kuras Puluhan Juta dari ATM
A
A
A
JAKARTA - Sindikat pembobol ATM asal Lampung berhasil dibekuk jajaran Reskrim Polres Jakarta Barat. Komplotan ini biasa beraksi dengan bermodal pentol korek api untuk menguras isi ATM.
Tiga orang kelompok Lampung yang ditangkap yakni, Iskandar (32), Aris (44), dan Ismail (42). Mereka diamankan usai kedapatan menguras Rp50 juta milik salah satu korbannya.
Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan 10 jenis ATM berbagai Bank, empat handphone, dua buku tabungan, dan uang tunai Rp786 ribu. Hingga saat ini polisi tengah memburu tiga pelaku lain, berinisial H alias Bom-bom, AN, dan DA.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Putu Putra Sadana menerangkan, enam pelaku dalam komplotan ini kerap menyebar ke berbagai ATM dengan kondisi yang terbuka.
Menurutnya kondisi ATM yang demikian, kata Putu, selain tidak terlalu privasi dan kurang penjagaan, korban yang melalui ATM ini tidak akan menimbulkan curiga sedikitpun.
"Modal mereka untuk menguras korbannya hanya dengan satu batang korek api dan uang Rp50 ribu. Para pelaku terorganisir dengan rapih sehingga korbannya tidak curiga," ungkap Putu kepada wartawan, Selasa (17/3/2015).
Senada Kanit Krimum, AKP Eko Barmula mengatakan dalam aksinya menggasak uang korban, para pelaku selalu berpakaian parlente. Sehingga ketika satu pelaku menawarkan bantuan, korban tidak menaruh curiga sedikitpun.
Sementara itu, Kasubid Jatanras Krimum Polres Jakarta Barat, Ipda Dimitri mengatakan pelaku ditangkap diwilayah Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
"Kami cek melalui CCTV dari tempat korban kehilangan kartu dan CCTV pelaku kuras ATM korban. Dari situlah kami dapati identitas pelaku," ungkapnya.
Dimitri melanjutkan, ketika diamankan, tiga pelaku diamankan saat tengah tidur bersama keluarga pada malam hari di salah satu desa di Lampung Selatan.
"Mereka semua merupakan teman, dan beraksi di wilayah sekitar Indonesia, seperti Riau dan Pantura," ujar Dimitri.
Tiga orang kelompok Lampung yang ditangkap yakni, Iskandar (32), Aris (44), dan Ismail (42). Mereka diamankan usai kedapatan menguras Rp50 juta milik salah satu korbannya.
Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan 10 jenis ATM berbagai Bank, empat handphone, dua buku tabungan, dan uang tunai Rp786 ribu. Hingga saat ini polisi tengah memburu tiga pelaku lain, berinisial H alias Bom-bom, AN, dan DA.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Putu Putra Sadana menerangkan, enam pelaku dalam komplotan ini kerap menyebar ke berbagai ATM dengan kondisi yang terbuka.
Menurutnya kondisi ATM yang demikian, kata Putu, selain tidak terlalu privasi dan kurang penjagaan, korban yang melalui ATM ini tidak akan menimbulkan curiga sedikitpun.
"Modal mereka untuk menguras korbannya hanya dengan satu batang korek api dan uang Rp50 ribu. Para pelaku terorganisir dengan rapih sehingga korbannya tidak curiga," ungkap Putu kepada wartawan, Selasa (17/3/2015).
Senada Kanit Krimum, AKP Eko Barmula mengatakan dalam aksinya menggasak uang korban, para pelaku selalu berpakaian parlente. Sehingga ketika satu pelaku menawarkan bantuan, korban tidak menaruh curiga sedikitpun.
Sementara itu, Kasubid Jatanras Krimum Polres Jakarta Barat, Ipda Dimitri mengatakan pelaku ditangkap diwilayah Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
"Kami cek melalui CCTV dari tempat korban kehilangan kartu dan CCTV pelaku kuras ATM korban. Dari situlah kami dapati identitas pelaku," ungkapnya.
Dimitri melanjutkan, ketika diamankan, tiga pelaku diamankan saat tengah tidur bersama keluarga pada malam hari di salah satu desa di Lampung Selatan.
"Mereka semua merupakan teman, dan beraksi di wilayah sekitar Indonesia, seperti Riau dan Pantura," ujar Dimitri.
(ysw)