Bidan PTT Mengadu ke DPRD Bali

Sabtu, 14 Maret 2015 - 04:00 WIB
Bidan PTT Mengadu ke...
Bidan PTT Mengadu ke DPRD Bali
A A A
DENPASAR - Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) se-Bali mengeluhkan gaji yang diterima selama ini. Mereka pun mengadukan nasibnya ke DPRD Bali, menuntut agar dijadikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa ikut tes.

Selama ini, gaji yang diterima oleh bidan PTT dengan Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Pusat Rp1,4 juta. Sementara, gaji bidan PTT yang mendapat SK dari Pemerintah Provinsi Bali malah mencapai sekitar Rp1,7 juta.

Seperti diketahui, kebutuhan hidup di Bali cukup tinggi. Apabila hanya mendapatkan gaji sebesar itu, jelas tidak mencukupi.

Atas pengaduan bidan PTT se-Bali, Ketua Komisi IV DPRD Bali Gede Kusuma Putra mengatakan, pihaknya akan mengusulkan kepada Menteri Kesehatan agar bidan PTT itu bisa diterima menjadi PNS.

"Selama ini mereka sudah mengabdikan dirinya kepada masyarakat, ada yang sudah sembilan tahun bahkan ada yang lebih dari itu, tapi kenapa mereka belum diangkat menjadi pegawai negeri," katanya di DPRD Bali, Jumat (13/3/2015).

"Kita akan segera koordinasikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kementerian Kesehatan," tambah Gede Kusuma Putra, menyikapi gaji bidan PTT yang hanya Rp1,4 juta.

Saat ini, ada 430 orang bidan PTT di Bali yang memiliki SK dari Pemerintah Pusat. "Saya pikir dana APBN yang dimiliki sekarang ini masih mampu menggaji 430 orang. Tentunya kita akan perjuangan supaya mereka ini nantinya diterima menjadi pegawai negeri."

Ketua Bidan PTT se-Bali Wayan Nurleni mengatakan, mereka sudah bertahun-tahun mengabdi kepada pemerintah, tapi gaji tak berubah.

"Kami belum diangkat sebagai pegawai negeri. Harapan kami, apabila ada penerimaan CPNS, kami bisa diterima dengan tanpa syarat apa pun," kata Wayan Nurleni.

Dia menambahkan, gaji yang diterima saat ini tidak mencukupi. Karena itu, pihaknya menginginkan bisa diangkat menjadi PNS tanpa syarat apa pun.

"Waktu penerimaan PNS kemarin ada teman kita tidak diterima dengan alasan umur. Kami ingin batasan umur itu tidak dijadikan penghalang kita sebagai PNS," terangnya.

Untuk diketahui, aksi para bidan PTT se-Bali menuntut dijadikan PNS tanpa tes itu dibarengi dengan aksi donor darah.
(zik)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
31 menit yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
49 menit yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalteng Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
1 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
7 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
7 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
8 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved