Polisi Santuni Keluarga Titin Rp40 Juta
Jum'at, 13 Maret 2015 - 19:03 WIB
Polisi Santuni Keluarga Titin Rp40 Juta
A
A
A
PANDEGLANG - Polisi memberikan uang sebesar Rp40 juta kepada keluarga Titin (35), yang tewas tertembak peluru nyasar saat polisi mengejar komplotan begal di Pandeglang, Banten.
"Kepolisian Jakarta Barat sudah berikan santunan untuk keluarga korban sebesar Rp40 juta semalam secara langsung," kata Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar, Jumat (13/3/2015).
Boy menjelaskan, wajar saja polisi memberikan santunan meski hingga kini pelaku penembakan masih didalami. Apalagi, korban meninggalkan tiga anak yang masih kecil.
"Kasihan anaknya, masih kecil semua, bahkan, masih ada yang satu tahun setengah, jadi wajar kalau kita memberikan santunan," ungkapnya.
Selain Polres Jakbar, secara pribadi Boy juga telah memberikan santunan kepada keluarga korban. Namun, dia enggan menyebutkan jumlahnya. "Tidak usah sebut jumlahnya, biarkan saja."
Diberitakan sebelumnya, Titin, warga Kampung Cihere, Desa Mekar Sari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, tewas bersimbah darah. Dia tertembus timah panas saat akan mengambil sayuran di belakang rumah, Kamis (12/3/2015). (Baca: Titin Tewas di Sawah, Ada Luka Tembak di Tubuhnya).
Tim Forensik RSUD Serang yang melakukan autopsi terhadap Titin, menemukan proyektil peluru di tubuh korban. Polda Banten sudah memeriksa lima orang saksi terkait tewasnya Titin.
"Kepolisian Jakarta Barat sudah berikan santunan untuk keluarga korban sebesar Rp40 juta semalam secara langsung," kata Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar, Jumat (13/3/2015).
Boy menjelaskan, wajar saja polisi memberikan santunan meski hingga kini pelaku penembakan masih didalami. Apalagi, korban meninggalkan tiga anak yang masih kecil.
"Kasihan anaknya, masih kecil semua, bahkan, masih ada yang satu tahun setengah, jadi wajar kalau kita memberikan santunan," ungkapnya.
Selain Polres Jakbar, secara pribadi Boy juga telah memberikan santunan kepada keluarga korban. Namun, dia enggan menyebutkan jumlahnya. "Tidak usah sebut jumlahnya, biarkan saja."
Diberitakan sebelumnya, Titin, warga Kampung Cihere, Desa Mekar Sari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, tewas bersimbah darah. Dia tertembus timah panas saat akan mengambil sayuran di belakang rumah, Kamis (12/3/2015). (Baca: Titin Tewas di Sawah, Ada Luka Tembak di Tubuhnya).
Tim Forensik RSUD Serang yang melakukan autopsi terhadap Titin, menemukan proyektil peluru di tubuh korban. Polda Banten sudah memeriksa lima orang saksi terkait tewasnya Titin.
(zik)