Tolak Masuk Geng Wanita, Siswi SMP Dianiaya Hingga Pingsan

Kamis, 12 Maret 2015 - 21:28 WIB
Tolak Masuk Geng Wanita,...
Tolak Masuk Geng Wanita, Siswi SMP Dianiaya Hingga Pingsan
A A A
MANADO - NK alias Nikita (13) salah satu pelajar SMPN 13 Manado dianiaya dua gadis belasan tahun hingga pingsan hanya karena menolak masuk geng wanita Clan.

Nikita dikeroyok dengan diinjak dan ditendang tanpa ampun oleh NW alias Natalia dan SR alias Sintia.

Menurut Nikita (korban), kejadian berawal saat dirinya nongkrong di belakang Mega Trade Center (MTC) Kawasan Megamas bersama tiga rekan sekolahnya Vicky, Christy, dan Oliv.

Saat nongrong dan asyik bercengkrama, tiba-tiba dua pelaku datang menghampiri dengan maksud mengajak korban bergabung dalam grup clan pelaku atau geng yang anggotanya wanita. (Clan adalah perkumpulan dari beberapa orang yang ingin membentuk persahabatan dalam sebuah grup kecil).

"Karena saya menolak, kedua pelaku pun naik pitam dan langsung mengeroyok saya di pinggir pantai bebatuan (belakang MTC) dengan cara menendang, menginjak perut dan sekujur tubuh, hingga saya pingsan," ujar Nikita pada Sindonews.com, Kamis, (13/3/2015).

Ketiga teman korban yang mencoba melerai kedua pelaku saat terjadi pengeroyokan. Pun mendapat tonjokan hingga menangis sehingga ketiganya tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Korban yang pingsan langsung dibawa rekannya ke Rumah Sakit Pancaran Kasih. Syukur setelah diperiksa, korban hanya mengalami luka memar dan shock.

"Saat sadar, saya sudah ada di Rumah Sakit Pancaran Kasih. Badan saya terasa sakit semua. Dari dua pelaku itu, Natalia yang menginjak perut saya hingga tak sadarkan diri," jelas Nikita.

Kejadian tersebut, lanjut Nikita, pada 20 Februari 2015 lalu sekitar pukul 10.00 Wita.

"Saat kejadian saya dan orang tua langsung melapor ke Polresta Manado. Tapi hingga saat ini kedua pelaku setiap kali ada pemanggilan tidak pernah datang," timpal Nikita.

Akibat pelaku tidak pernah merespon panggilan polisi. Korban tak jarang diteror oleh kedua pelaku.

"Awas kamu (korban), kalau sampai polisi datang menjemput kami. Dan saya sudah bebas dan mengetahui keberadaanmu, awas!. Kami akan pukul kamu lagi," ujar korban melaporkan teror yang dilakukan kedua pelaku.

Ibu korban yang datang bersama Nikita (korban) di Polresta Manado sore tadi, meminta pihak polisi bersikap tegas mengusut kasus tersebut.

"Kami minta pada pihak berwajib mengusut secepatnya kasus ini. Kasihan anak saya sering mendapat teror SMS dan telepon dari kedua pelaku itu," kata ibu korban.

Jika kedua pelaku tidak segera dibekuk, kata ibu korban, kasihan anaknya akan menjadi sasaran lagi.

"Polisi harus cepat menangkap pelaku sebelum banyak korban lainnya. Apalagi anak saya ini, semenjak kejadian hingga saat ini mengalami trauma. Ke sekolah nanti diantar jemput, demikian saat di rumah, hanya mengurung diri terus," ungkap ibu korban.
(sms)
Berita Terkait
Wakatobi Gempar, Pelajar...
Wakatobi Gempar, Pelajar Putra Tak Berdaya Dianiaya 3 Pelajar Putri di Semak-semak
Gara-gara Knalpot Brong,...
Gara-gara Knalpot Brong, Pelajar SMP Tewas Dianiaya Warga
Diduga Dianiaya, Pelajar...
Diduga Dianiaya, Pelajar SLTA Tewas dengan Kondisi Luka Pukulan
Pelajar Dianiaya Senior...
Pelajar Dianiaya Senior di Sekolah, Korban Dirawat Intensif di Rumah Sakit
Pelajar Kelas 5 SD Koma...
Pelajar Kelas 5 SD Koma Setelah Dianiaya Kakak dan Adik Kelas
Pelajar di Makassar...
Pelajar di Makassar Tewas Diduga Dianiaya dan Dipaksa Minum Miras Oplosan
Berita Terkini
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
59 menit yang lalu
Plt Bupati Bekasi Bakal...
Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
1 jam yang lalu
Hadir di IFBC Yogyakarta...
Hadir di IFBC Yogyakarta 2026, Booth Bingxue Dipadati Calon Mitra
1 jam yang lalu
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
1 jam yang lalu
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
2 jam yang lalu
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
4 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved