Ini Berkas Pengadaan Langsung Konsultan IT E-budgeting DKI Jakarta

Kamis, 12 Maret 2015 - 18:13 WIB
Ini Berkas Pengadaan...
Ini Berkas Pengadaan Langsung Konsultan IT E-budgeting DKI Jakarta
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melakukan penunjukkan langsung terhadap Gagat Sidi Wahono sebagai konsultan IT untuk e-budgeting. Ini diketahui berdasarkan berkas dokumen yang ada di situs lpse.go.id.

Sebelumnya Panitia Hak Angket sempat mempertanyakan dokumen Gagat sebagai konsultan IT untuk e-budgeting tersebut. Di laman lpse.go.id terdapat 14 dokumen penunjukkan langsung Gagat sebagai tenaga ahli sistem analisis yang berkegiatan untuk pendampingan e-budgeting.

Berita acara pertama yaitu mengenai pemasukan dan pembukaan dokumen penawaran pada 8 Agustus 2014 dengan penawaran harga Rp49.500.000 untuk Gagat. Kemudian pada 11 Agustus 2014, diadakan lagi rapat evaluasi penawaran pengadaan langsung dengan hasil penawaran yang sama dengan sumber pendanaan APBD DKI Jakarta tahun anggaran 2014 pada DPA Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI Jakarta.

Keesokan harinya, tertera berita acara hasil pengadaan langsung pada12 Agustus 2014 yang mengatakan hal yang sama yaitu Gagat Sidi Wahono sebagai tenaga ahli sistem analis dengan pendampingan sistem e-budgeting dengan nilai total HPS (harga per satuan) Rp49.500.000 dengan sumber pendanaan APBD 2014 DPA BPKD DKI Jakarta, metode pemilihan pengadaan langsung dan jangka waktu tiga bulan.

Menurut Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi DKI Jakarta Heru Budi Hartono memang bukan sistem e-budgeting yang dibayar, namun honor dari Gagat sebagai yang mengerti alur e-budgeting.

"Ya itu kelebihan Pak Gagat, dia bilang enggak usah sistem kami dibayar yang penting ini bisa buat kemajuan Indonesia," kata Heru di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2015).Menurut Heru, alasan Gagat tidak meminta sistemnya dibayar karena dia senang sistemnya dipakai di Jakarta selain di Surabaya.

Heru malah mempertanyakan jika sistem dibayar apakah pertanyaan anggota dewan kemarin apakah masih sama."Nanti kalau bayar sistemnya mahal kok kemahalan, kalau enggak bayar ditanya kenapa enggak bayar. Kita ikutan lah maunya apa," tukasnya.
(whb)
Berita Terkait
APBD DKI Jakarta 2024...
APBD DKI Jakarta 2024 Diperkirakan Rp81,58 Triliun
Dibahas di Puncak, APBD...
Dibahas di Puncak, APBD Perubahan DKI Akan Disahkan 13 November 2020
Target Pajak 2021 Senilai...
Target Pajak 2021 Senilai Rp41,5 Triliun Dinilai DPRD DKI Membebani Masyarakat
DPRD-Pemprov Bahas APBD...
DPRD-Pemprov Bahas APBD Perubahan 2020 dan RAPBD DKI 2021 secara Pararel di Puncak
DPRD Sepakati APBD DKI...
DPRD Sepakati APBD DKI Jakarta 2022 Sebesar Rp82,47 Triliun
Serapan Anggaran Dinas...
Serapan Anggaran Dinas PPKUKM DKI Tembus 96,88 Persen
Berita Terkini
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
15 menit yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
19 menit yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
2 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
3 jam yang lalu
Klive Beach Club Gandeng...
Klive Beach Club Gandeng Happiness Foundation Gelar CSR Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
3 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved