Jateng Bentuk Kader Siaga Trantib Desa
Rabu, 11 Maret 2015 - 10:00 WIB
Jateng Bentuk Kader Siaga Trantib Desa
A
A
A
SEMARANG - Pemprov Jawa Tengah mulai membentuk kader siaga ketenteraman dan ketertiban (trantib) di tiap desa yang ada di provinsi ini.
Mereka bertugas melakukan deteksi dini dan pencegahan terjadinya tindak kejahatan di lingkungan desanya masing-masing. “Saat ini baru terbentuk kader di sepuluh kabupaten/kota. Rencana tahun 2015 ini tambah sepuluh kabupaten/kota lagi. Secara bertahap hingga nanti terbentuk kader di semua desa di Jateng,” kata kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jateng M Masrofi seusai peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-65 Satpol PP Jateng di Semarang kemarin.
Dari 10 kabupaten/kota yang sudah terbentuk trantib desa tersebut, saat ini jumlah total di sepuluh kabupaten/kota ada 5.634 kader. “Informasi yang diperoleh dari kader tersebut selanjutnya dilaporkan pada pejabat desa setempat, Satpol PP dan kepolisian agar ada pencegahan lebih lanjut,” ujar Masrofi. Sepuluh kabupaten/kota yang sudah memiliki kader siaga trantib itu di antaranya Sukoharjo 1.503 kader, Kudus 1.188 kader, dan Pemalang 1.998 kader.
Sementara untuk Kabupaten Kendal, Banyumas, Brebes, Blora, Magelang, Pekalongan, dan Cilacap masing-masing memiliki 135 kader. Peran kader siaga trantib tidak akan tumpang tindih dengan tupoksi staf perlindungan masyarakat (linmas). “Kader bersinergi dengan linmas,” ujar Masrofi. Sementara itu, Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono menilai persepsi masyarakat kepada Satpol PP ternyata belum semuanya baik. Sebagian masyarakat masih menilai Satpol PP beringas, kasar, dan kurang humanis dalam menjalankan tugasnya.
“Selama ini Satpol PP tergambar beringas dan kasar. Kurang humanis. Masih me-ngandalkan otot,” kata Sri Puryono. Hal itu terjadi karena adanya penggambaran oleh media yang membela masyarakat, padahal belum tentu yang dibela adalah benar. Selain itu, penyelenggaraan kinerja Satpol PP yang kurang profesional. “Untuk itu, Satpol PP di Provinsi Jateng maupun di tingkat kabupaten/ kota harus terus berbenah. Meningkatkan profesionalisme,” ucapnya.
Peringatan HUT ke-65 Satpol PP Jateng itu berlangsung meriah. Ribuan anggota Satpol PP se-Jateng mengikuti defile pasukan mengeliling Lapangan Simpang Lima Kota Semarang. Tak hanya itu, anggota Satpol PP juga memperagakan ketangkasan dengan memecahkan tumpukan balok es, batu bata, dan besi. Kemudian dilanjutkan dengan kesenian reog.
Amin fauzi
Mereka bertugas melakukan deteksi dini dan pencegahan terjadinya tindak kejahatan di lingkungan desanya masing-masing. “Saat ini baru terbentuk kader di sepuluh kabupaten/kota. Rencana tahun 2015 ini tambah sepuluh kabupaten/kota lagi. Secara bertahap hingga nanti terbentuk kader di semua desa di Jateng,” kata kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jateng M Masrofi seusai peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-65 Satpol PP Jateng di Semarang kemarin.
Dari 10 kabupaten/kota yang sudah terbentuk trantib desa tersebut, saat ini jumlah total di sepuluh kabupaten/kota ada 5.634 kader. “Informasi yang diperoleh dari kader tersebut selanjutnya dilaporkan pada pejabat desa setempat, Satpol PP dan kepolisian agar ada pencegahan lebih lanjut,” ujar Masrofi. Sepuluh kabupaten/kota yang sudah memiliki kader siaga trantib itu di antaranya Sukoharjo 1.503 kader, Kudus 1.188 kader, dan Pemalang 1.998 kader.
Sementara untuk Kabupaten Kendal, Banyumas, Brebes, Blora, Magelang, Pekalongan, dan Cilacap masing-masing memiliki 135 kader. Peran kader siaga trantib tidak akan tumpang tindih dengan tupoksi staf perlindungan masyarakat (linmas). “Kader bersinergi dengan linmas,” ujar Masrofi. Sementara itu, Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono menilai persepsi masyarakat kepada Satpol PP ternyata belum semuanya baik. Sebagian masyarakat masih menilai Satpol PP beringas, kasar, dan kurang humanis dalam menjalankan tugasnya.
“Selama ini Satpol PP tergambar beringas dan kasar. Kurang humanis. Masih me-ngandalkan otot,” kata Sri Puryono. Hal itu terjadi karena adanya penggambaran oleh media yang membela masyarakat, padahal belum tentu yang dibela adalah benar. Selain itu, penyelenggaraan kinerja Satpol PP yang kurang profesional. “Untuk itu, Satpol PP di Provinsi Jateng maupun di tingkat kabupaten/ kota harus terus berbenah. Meningkatkan profesionalisme,” ucapnya.
Peringatan HUT ke-65 Satpol PP Jateng itu berlangsung meriah. Ribuan anggota Satpol PP se-Jateng mengikuti defile pasukan mengeliling Lapangan Simpang Lima Kota Semarang. Tak hanya itu, anggota Satpol PP juga memperagakan ketangkasan dengan memecahkan tumpukan balok es, batu bata, dan besi. Kemudian dilanjutkan dengan kesenian reog.
Amin fauzi
(ars)