Manfaatkan Biomassa sebagai Penjernih Air
Selasa, 10 Maret 2015 - 09:19 WIB
Manfaatkan Biomassa sebagai Penjernih Air
A
A
A
Apa yang dilakukan tiga siswa SMA Kebon Dalem Semarang ini patut diacungi jempol. Mereka melakukan sebuah penelitian berkaitan dengan pengolahan limbah secara tepat.
Seperti apa? Ketiga siswa itu adalah Felita Chang, Feni Andriani, dan Olga Dinar, siswa kelas XI IPA. Mereka melakukan penelitian mengenai penggunaan biomassa sebagai penjernih air. Metode yang mereka gunakan adalah penggunaan adsorben pada biomassa sebagai bahan pengolah alternatif untuk limbah-limbah industri, yang dapat dilakukan dengan murah sekaligus efektif.
Adsorben merupakan sebuah zat padat yang memiliki sifat mampu menyerap partikel fluida pada suatu proses adsorbsi. “Adsorbsi merupakan sebuah proses yang terjadi ketika suatu fluida, cairan, maupun gas, terikat kepada suatu zat penyerap (adsorben) dan akhirnya membentuk suatu lapisan tipis pada permukaannya,” papar Felita Chang.
Dari penelitian itu dapat diketahui bahwa kandungan selulosa dan kitin dapat dimanfaatkan sebagai adsorben atau penyerap zat yang memiliki warna. Itulah hipotesa awal yang mereka dapatkan dari penelitian yang dilakukan. “Kami menggunakan bahan adsorben dari kulit kerang hijau, kulit kerang batik, batok kelapa, tongkol jagung, serta ampas tebu. Dari semua bahan-bahan itu, kami lakukan pengujian untuk mendapatkan hasil bahan mana yang paling efektif,” ungkapnya.
Untuk mengetahui hasilnya, semua bahan direndam setelah dibersihkan. Perendaman bahanbahan itu menggunakan HCL selama kurang lebih 24 jam sebagai prinsip aktivasi proses kimiawi. Usai direndam, bahanbahan yang diuji itu selanjutnya dibilas dengan aquades. Setelah dibilas, semua bahan dipanaskan pada suhu 105 derajat Celsius untuk menghilangkan kandungan air yang terdapat di dalam semua bahan itu.
“Setelah dipanaskan, masingmasing bahan dihaluskan dengan cara ditumbuk. Setelah itu, bahan yang sudah ditumbuk halus dimasukkan ke sebuah wadah. Masing-masing bahan dimasukkan ke dalam wadah yang berbeda-beda dan dicampurkan larutan berwarna dan didiamkan selama kurang lebih 20 menit. Setelah melalui semua proses, baru pada masing-masing wadah diukur tingkat kekeruhannya,” papar Feni Andriani. Komposisi paling efektif 4 gram larutan kulit kerang dalam 100 ml larutan warna 0,1%.
Susilo Himawan
Kota Semarang
Seperti apa? Ketiga siswa itu adalah Felita Chang, Feni Andriani, dan Olga Dinar, siswa kelas XI IPA. Mereka melakukan penelitian mengenai penggunaan biomassa sebagai penjernih air. Metode yang mereka gunakan adalah penggunaan adsorben pada biomassa sebagai bahan pengolah alternatif untuk limbah-limbah industri, yang dapat dilakukan dengan murah sekaligus efektif.
Adsorben merupakan sebuah zat padat yang memiliki sifat mampu menyerap partikel fluida pada suatu proses adsorbsi. “Adsorbsi merupakan sebuah proses yang terjadi ketika suatu fluida, cairan, maupun gas, terikat kepada suatu zat penyerap (adsorben) dan akhirnya membentuk suatu lapisan tipis pada permukaannya,” papar Felita Chang.
Dari penelitian itu dapat diketahui bahwa kandungan selulosa dan kitin dapat dimanfaatkan sebagai adsorben atau penyerap zat yang memiliki warna. Itulah hipotesa awal yang mereka dapatkan dari penelitian yang dilakukan. “Kami menggunakan bahan adsorben dari kulit kerang hijau, kulit kerang batik, batok kelapa, tongkol jagung, serta ampas tebu. Dari semua bahan-bahan itu, kami lakukan pengujian untuk mendapatkan hasil bahan mana yang paling efektif,” ungkapnya.
Untuk mengetahui hasilnya, semua bahan direndam setelah dibersihkan. Perendaman bahanbahan itu menggunakan HCL selama kurang lebih 24 jam sebagai prinsip aktivasi proses kimiawi. Usai direndam, bahanbahan yang diuji itu selanjutnya dibilas dengan aquades. Setelah dibilas, semua bahan dipanaskan pada suhu 105 derajat Celsius untuk menghilangkan kandungan air yang terdapat di dalam semua bahan itu.
“Setelah dipanaskan, masingmasing bahan dihaluskan dengan cara ditumbuk. Setelah itu, bahan yang sudah ditumbuk halus dimasukkan ke sebuah wadah. Masing-masing bahan dimasukkan ke dalam wadah yang berbeda-beda dan dicampurkan larutan berwarna dan didiamkan selama kurang lebih 20 menit. Setelah melalui semua proses, baru pada masing-masing wadah diukur tingkat kekeruhannya,” papar Feni Andriani. Komposisi paling efektif 4 gram larutan kulit kerang dalam 100 ml larutan warna 0,1%.
Susilo Himawan
Kota Semarang
(ars)