Tiga Bulan, 24 Kasus DBD

Senin, 09 Maret 2015 - 11:14 WIB
Tiga Bulan, 24 Kasus...
Tiga Bulan, 24 Kasus DBD
A A A
LUBUKLINGGAU - Wabah demam berdarah denque (DBD) mengintai masyarakat Bumi Sebiduk Semare. Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau mencatat, Januari hingga minggu pertama Maret sudah terjadi sebanyak 24 kasus DBD.

Kepala Bidang Dinkes Lubuklinggau Yeti mengatakan, kasus DBD di Lubuklinggau memang telah diprediksi puncaknya terjadi pada Januari sampai Maret. Bahkan, diduga peningkatan jumlah kasus DBD bisa dihubungkan dengan kemungkinan pengaruh siklus lima tahunan yang pernah terjadi sebelumnya.

“Iya terus bertambah, tapi musim hujan mulai berakhir sebab prediksi kita di awalnya puncak DBD terjadi Januari, Februari, dan Maret. Bisa jadi kita (Lubuklinggau) dapat siklus yang lima tahunan,” kata Yeti, kemarin. Menurutnya, 24 kasus yang terserang DBD merupakan warga permukiman yang masuk wilayah endemik DBD.

Bahkan, penyebarannya berbeda-beda. Jika sebelumnya, Kecamatan Lubuklinggau Utara I tidak masuk ke daerah endemik. Kini ditemukan satu kasus DBD di wilayah Kelurahan Marga Bakti. “Jadi ke-24 daerah endemik itu termasuk daerah wilayahnya rawa, padat permukiman, lingkungannya kurang bersih dan banyak terdapat bahan yang mudah menampung air sehingga menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk,” ujarnya.

Terkait hal ini, kata dia, Dinkes Libuklinggau juga telah melakukan langkah antisipasi yakni dengan cara pelaksanaan pengasapan (fogging). Setidaknya sudah 80 kali pelaksanaan fogging dilaksanakan petugas Dinkes yang tersebar di 24 titik fokus sesuai jumlah temuan kasus DBD. Pelaksanaan fogging sebelum kejadian DBD dilakukan pada 27 titik, khususnya di daerah endemik.

Seluruhnya lokasi ditemukan terjadinya DBD. Secara terpisah, Anggota DPRD Lubuklinggau, M Yusri Daud mengatakan, pihaknya mengimbau pemerintahan desa dan kecamatan senantiasa melakukan gotong royong pembersihan lingkungan permukiman bersama untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk DBD.

“Dewan harapkan petugas Dinkes Lubuklinggau melakukan cegah tangkal penyebaran DBD dengan melakukan fogging di daerah endemik dan wilayah lainnya secara berkesinambungan,” pungkasnya.

Hengky chandra agoes
(bhr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
1 jam yang lalu
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
2 jam yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
2 jam yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
2 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
3 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
3 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved