Puskesmas di Bantul Kekurangan Dokter

Kamis, 05 Maret 2015 - 03:20 WIB
Puskesmas di Bantul...
Puskesmas di Bantul Kekurangan Dokter
A A A
BANTUL - Semua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Bantul kekurangan dokter, sehingga kualitas layanan di masing-masing puskesmas tidak seperti yang diharapkan.

Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PSDMK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul dr Karmijono mengakui, Bantul sangat kekurangan dokter, terutama di puskesmas-puskesmas. Jumlah dokter yang ada saat ini sangat tidak sebanding dengan tingkat kunjungan pasien ke puskesmas dan tidak sebanding dengan jumlah penduduk warga Bantul.

"Yang sangat kurang itu dokter umum, karena puskesmas tidak boleh ada dokter spesialis," ujarnya, Rabu (4/3/2015).

Karmijono mengatakan, idealnya satu puskesmas itu ada tiga dokter yang bisa melayani masyarakat. Tetapi, saat ini kondisinya sangat jauh dari ideal, karena sebagian besar puskesmas hanya memiliki satu hingga dua orang dokter. Terkadang, kepala puskesmas yang harus turun tangan melayani masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatannya di puskesmas.

Karmijono menambahkan, sebetulnya jika dihitung dari jumlah penduduk, satu orang dokter idealnya melayani 2.500 orang warga. Tetapi, dua orang dokter di Puskesmas Dlingo 1 harus melayani sekitar 20.000 warga.

"Sehari itu, satu dokter sebenarnya melayani sekitar 40 warga. Tetapi ini sampai 90 hingga 100 pasien setiap harinya."

Akibat minimnya dokter tersebut, Karmijono mengaku kualitas layanan dokter di puskesmas menjadi menurun. Seringkali karena dikejar oleh waktu dan banyaknya pasien yang harus diperiksa, pemeriksaan yang dilakukan juga tidak maksimal.

Hal itu berbeda dengan rumah sakit yang memiliki dokter-dokter spesialis cukup banyak dan memiliki kewenangan untuk melakukan perekrutan sesuai dengan kebutuhan dokter.

Karmijono mengungkapkan, penyebab kekurangan tersebut sudah dirasakan sejak ada moratorium penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Selain itu, kekurangan ini juga karena banyak dokter umum yang mengambil pendidikan menjadi dokter spesialis. Padahal, ketika menjadi dokter spesialis, dokter tersebut tidak boleh lagi melayani masyarakat sebagai dokter umum.

"Kami mencatat setidaknya ada 12 dokter umum yang mengambil spesialis. Tentu kekurangan dokter di Bantul semakin besar. Kekurangan ini sudah kami sampaikan, tetapi memang belum ada solusinya karena ada moratorium tersebut."

Ia berharap, dengan pergantian badan hukum puskesmas dari Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) akan menjadi solusi kekurangan dokter. Karena, dengan menjadi BLUD, puskesmas akan diberi kewenangan merekrut tenaga kesehatan termasuk dokter dengan sistem kontrak.
(zik)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Pemanfaatan Dana Keistimewaan...
Pemanfaatan Dana Keistimewaan Yogyakarta Berhasil Berdayakan Masyarakat
9 menit yang lalu
BMKG Pantau Siklon Tropis...
BMKG Pantau Siklon Tropis NOUL, Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah
53 menit yang lalu
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
11 jam yang lalu
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
11 jam yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
13 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
14 jam yang lalu
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved