Harga Beras Naik,Petani Malah Merugi

Sabtu, 28 Februari 2015 - 11:01 WIB
Harga Beras Naik,Petani...
Harga Beras Naik,Petani Malah Merugi
A A A
GARUT - Kenaikan harga beras belum tentu menguntungkan para petani. Sejumlah petani di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, mengaku malah merugi.

Pasalnya tanaman padi yang mereka tanam diserang hama penyakit. Kondisi ini dialami petani di Blok Cileuceun,Desa Cintarasa, Kecamatan Samarang. Serangan hama membuat produksi padi mereka mengalami penurunan sebanyak 40% pada musim panen.

Bukan hanya hama penyakit, hama tikus pun ikut menjadi ancaman serius bagi para petani di lokasi ini. “Upaya penanggulangan hama seperti pemberian racun tikus,pemasangan pagar plastik, dan sebagainya,ternyata masih kurang efektif. Serangan hama merajalela,”kata seorang petani padi Blok Cileuceun,Iding, 55, kemarin.

Menurutnya,lahan sawah miliknya seluas 80 tumbak, atau sekitar 1.120 meter persegi, sudah diserang hama merah sejak awal dia menanam. Penyakit masak buah juga ikut merenggut bulir padinya. “Bulir padi yang baru keluar langsung menguning. Daunnya juga ikut mengering. Akibatnya sebagian lahan saya gagal panen. Hanya setengah saja hasil panen yang dapat diambil,”ungkapnya.

Diwaktu normal, lahan miliknya ini bisa menghasilkan padi seberat 800 kg. Sementara saat ini, sawahnya hanya memberikan panen untuknya sebanyak 400 kg saja. “Kondisi ini membuat kenaikan harga beras belum tentu kami nikmati rasanya. Menurut kami sama saja,” ucapnya. Sebelumnya, harga semua jenis beras di Pasar Induk Guntur Ciawitali Garut mengalami kenaikan pada awal pekan ini.

Kenaikan harga beras di pasar terbesar Kabupaten Garut ini rata-rata mencapai 30%. Sejumlah pedagang menuturkan kenaikan harga disebabkan karena pasokan beras dari luar Garut mengalami kekosongan. Kenaikan tersebut setidaknya membuat omzet penjualan mereka turun hampir 20%.

“Kenaikan harga ini sebenarnya sudah terjadi sejak tiga pekan kebelakang. Karena naik, tingkat penjualan di kios saya ini menurun20%. Para pembeli kini mengurungkan niatnya membeli beras karena harganya naik,”kataHjIis,48,seorang pedagang beras di PasarGuntur.

Kini,harga beras jenis setra naik menjadi Rp12.000/kg dari sebelumnya Rp10.500. Sementara harga beras jenis IR64 naik menjadi Rp11.000/kg dari sebelumnya Rp10.000.“Sementara untuk harga beras yang kualitas biasa, sekarang saya jual Rp9.000 dari sebelumnya Rp8.000/kg,”sebutnya.

Fani ferdiansyah
(bhr)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
5 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
5 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
6 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
6 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
6 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved