Satpol PP Tutup Kosan Lokasi Penyiksaan

Selasa, 24 Februari 2015 - 11:06 WIB
Satpol PP Tutup Kosan...
Satpol PP Tutup Kosan Lokasi Penyiksaan
A A A
BANTUL - Satpol PP akhirnya menutup sementara kos-kosan yang digunakan sebagai tempat penyekapan dan penyiksaan terhadap LAA, 18, siswi SMA Budi Luhur Yogyakarta. Sebab, pemilik kos tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) pendirian kos-kosan tersebut.

Penutupan ini dilakukan setelah ratusan warga Dusun Saman, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon mendatangi kantor Camat Sewon, menuntut agar kos-kosan tersebut ditutup. Salah seorang warga, Safira mengatakan, warga menuntut dan mengecam tindakan yang dilakukan oleh tersangka hingga membuat kenyamanan warga terganggu.

Mereka berharap pihak berwenang menutup koskosan liar yang banyak terdapat di kawasan Kecamatan Sewon, khususnya Dusun Saman. Apalagi, kos-kosan tersebut sering di gunakan sebagai tempat berbuat hal negatif seperti sebagai lokasi menyembunyikan wanita simpanan. “Kami ingin kos-kosan tersebut ditutup. Jika tidak, akan kami bakar,” kata Safira, saat melakukan aksi di kantor Camat Sewon, kemarin.

Kos-kosan yang dijadikan lokasi penyekapan dan penyiksaan, bukan kejadian pertama karena sebelumnya juga pernah terjadi. Di kos tersebut polisi menemukan penghuni kos-kosan yang mengonsumsi narkoba. Selain itu, di kosan dua penghuninya ada yang meninggal dunia di kamar ataupun di kamar mandi. Hanya saja, kejadian meninggalnya penghuni kos tersebut tidak dilaporkan ke polisi dan langsung dibawa pihak keluarga menggunakan taksi.

Camat Sewon, Kwintarto mengatakan, pihaknya sudah meneruskan keberatan warga tersebut ke satpol PP Bantul juga bupati. Pihaknya menandaskan, kos-kosan tersebut bisa saja ditutup jika memang tidak bisa memperlihatkan izin. Terlebih ternyata kos-kosan tersebut membuat resah warga sekitar maka kemungkinan besar akan ditutup. “Jika tidak ada izin, maka bisa ditutup,” katanya.

Usai menerima warga dan laporan dari camat, Pol PP Bantul langsung mendatangi kos-kosan lokasi penganiayaan tersebut. Mereka mengecek tempat kos tersebut untuk melihat kondisi lokasi dan meminta klarifikasi terhadap pemilik kos. Hanya saja, ketika didatangi ke lokasi kos, pemilik kos enggan datang karena takut dengan massa yang berada di depan koskosan tersebut.

Akhirnya satpol PP terpaksa datang ke kediaman pemilik kos dan menanyakan izin pendirian kos-kosan tersebut. Pemilik kos sendiri, Sri Mastuti, tidak bisa menunjukkan izin pendirian kos-kosan tersebut. Bahkan ternyata kos-kosan tersebut sama sekali belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) ataupun juga izin gangguan (HO), tetapi masih merupakan persawahan.

“Saya tidak tahu menahu, tetapi saya akan mengikuti segala aturan,” ujar Sri. Karena tidak bisa menunjukkan izin, maka Satpol PP Bantul menutup sementara usaha kos-kosan tersebut. Kepala Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Bantul Suparmadi mengatakan, pihaknya memerintahkan kos-kosan tersebut sementara ditutup sembari pemilik kos mengurus izin.

“Kami beri waktu 14 hari untuk mengurus izin,” tuturnya. Menurut Suparmadi, untuk mendirikan kos-kosan memang harus memiliki izin baik HO, IMB, ataupun pemondokan. Induk semang harus berada di kos-kosan tersebut dan kos tersebut tidak boleh campur antara laki-laki dan perempuan. Sehingga karena tidak bisa menunjukkan izin, maka kos-kosan tersebut ditutup sementara. Penghuni yang masih di dalam harus pergi dari koskosan tersebut, dan boleh kembali lagi jika kos-kosan tersebut sudah mengantongi izin.


Erfanto linangkung
(bhr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
24 menit yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
36 menit yang lalu
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
52 menit yang lalu
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
1 jam yang lalu
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
1 jam yang lalu
Tiket Kereta Liburan...
Tiket Kereta Liburan Sekolah Diskon 30%, Pemesanan Mulai 6 Juni
1 jam yang lalu
Infografis
Balas Serangan AS, Parlemen...
Balas Serangan AS, Parlemen Iran Setuju Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved