TKW Asal Jepara Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia

Senin, 16 Februari 2015 - 12:28 WIB
TKW Asal Jepara Diduga...
TKW Asal Jepara Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia
A A A
JEPARA - Ardianti Kusuma, tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga jadi korban sindikat human trafficking (perdagangan manusia) di Malaysia.

Berdasar penelusuran Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Jepara, Ardianti yang merupakan warga RT 08 RW V Dukuh Krajan Desa Bulungan Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, diketahui berangkat ke Malaysia melalui PT Andalan Prestasi yang beralamat di Jalan Panunggulan No 3 Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada 5 Mei 2011.

Namun, dalam pengurusan berbagai dokumen, Ardianti menggunakan alamat RT 02 RW V Desa Sumberejo Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara.

Meski sudah bekerja hampir empat tahun di Negeri Jiran itu, hingga kini tak diketahui keberadaan Ardianti Kusuma.

"Pihak keluarga yang diwakili Tri Sakti Hermawan sudah melapor ke Disnakertrans Jepara. Kami berkoordinasi dengan BNP2TKI dan Kementerian Naker juga masih berupaya mencari Ardianti Kusuma," kata Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Jepara M Zahid, Senin (16/2/2015).

Saat di Negeri Jiran, Ardianti Kusuma bekerja pada majikan berinisial CKM. Namun, di situ Ardianti tidak mendapatkan hak-haknya. Bahkan, paspornya juga ditahan. Akhirnya Ardianti lari dan bekerja pada majikan baru yakni TKK.

"Nah, di tempat baru ini pihak keluarga kehilangan jejaknya. Hingga kini di mana keberadaan maupun nasibnya tak diketahui," papar Zahid didampingi Kasi Pengawasan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Jepara Muryanto.

Pihak Dinsosnakertrans berusaha mengonfirmasi PJTKI yang pertama kali memberangkatkan Ardianti, yakni PT Andalan Prestasi yang beralamat di Jalan Panunggulan No 3 Kabupaten Pati. Namun, kantor PJTKI tersebut sudah tutup dan tidak diketahui lagi keberadaannya.

"Ini susahnya. Sepertinya PJTKI itu juga bodong," jelasnya.

Dugaan sementara, saat berpindah majikan Ardianti ditampung oleh penyalur nakal. Dan, penyalur nakal itu juga tak memberikan hak-hak yang seharusnya didapat Ardianti. Bahkan dimungkinkan Ardianti dipekerjakan tidak sebagaimana mestinya.
(zik)
Berita Terkait
Miris! Perdagangan Manusia...
Miris! Perdagangan Manusia Berkedok Warung Kopi, 18 Wanita Disekap
Penyelundup Manusia...
Penyelundup Manusia Manfaatkan Krisis Global Saat Pandemi Covid-19
Polda Kepri Selamatkan...
Polda Kepri Selamatkan 5 Wanita yang Dijadikan Penari Antarpulau
Bocah Diculik-Ditukar...
Bocah Diculik-Ditukar Tabung Gas Bisa Masuk Kategori Perdagangan Manusia
Peringatan Hari Anti...
Peringatan Hari Anti Perdagangan Manusia Dunia
Viral WNI Disekap di...
Viral WNI Disekap di Myanmar, Keluarga Minta Pemerintah Pulangkan Korban
Berita Terkini
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
2 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
4 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
5 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
5 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved