Musim Hujan, Jalan Rusak di Jakarta Pusat Bertambah 173 Titik
Minggu, 15 Februari 2015 - 22:03 WIB
Musim Hujan, Jalan Rusak di Jakarta Pusat Bertambah 173 Titik
A
A
A
JAKARTA - Pasca banjir yang merendam beberapa wilayah di Ibu Kota, kerusakan beberapa ruas jalan bertambah. Khusus Jakarta Pusat jumlah Jalan rusak dan berlubang bertambah sebanyak 173 titik. Sebelumnya jalan rusak di Jakarta mencapai 2.163 titik.
Kepala Seksi Pemeliharaan Bina Marga Jakarta Pusat Ifanudin mengaku jumlah jalan rusak di Jakarta Pusat pasca banjir bertambah, untuk itu pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan secara merata dan maksimal agar tidak membahayakan para pengendara kendaraan baik motor atau mobil.
"Jumlah jalan rusak di Jakarta Pusat bertambah menjadi 173 titik dan tiap malam kita perbaiki secara simultan ada lubang kita tutup," kata Ifanudin, Minggu (15/3/2015).
Karena perkiraan musim hujan akan mengguyur hingga akhir Februari, Bina Marga akan menggunakan aspal coldmix untuk memperbaiki jalan yang rusak. Jika cuaca sedang bagus menggunakan aspal hotmix. "Paling banyak jalan rusak di Kecamatan Gambir dan Sawah Besar," ujarnya.
Rizky, salah seorang pengendara mengatakan, memang sudah menjadi kebiasaan ketika musim hujan berimbas pada jalan berlubang. Dirinya kerap menemukan jalan berlubang, meski sudah ditambal lubang masih tetap ada.
Hal lain yang dikeluhkan oleh Rizky yakni perbaikan jalan kerap dilakukan ketika jam kerja, sehingga menimbulkan kemacetan panjang. "Yang saya heran kenapa perbaikan dilakukan siang hari, apa memang ingin dilihat atau bagaimana," ucapnya.
Dirinya melihat bahwa perbaikan jalan hanya menjadi proyek pihak terkait untuk mengajukan anggaran. Seharusnya seluruh jalan ibu kota bisa diketahui ketahanan dan jangka waktu pakai. Sehingga perbaikan jalan tidak selalu dilakukan setelah musim hujan. "Jika perbaikan benar, tentu jalan di Ibu Kota tidak mudah rusak hanya karena air hujan," tuturnya.
Kepala Seksi Pemeliharaan Bina Marga Jakarta Pusat Ifanudin mengaku jumlah jalan rusak di Jakarta Pusat pasca banjir bertambah, untuk itu pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan secara merata dan maksimal agar tidak membahayakan para pengendara kendaraan baik motor atau mobil.
"Jumlah jalan rusak di Jakarta Pusat bertambah menjadi 173 titik dan tiap malam kita perbaiki secara simultan ada lubang kita tutup," kata Ifanudin, Minggu (15/3/2015).
Karena perkiraan musim hujan akan mengguyur hingga akhir Februari, Bina Marga akan menggunakan aspal coldmix untuk memperbaiki jalan yang rusak. Jika cuaca sedang bagus menggunakan aspal hotmix. "Paling banyak jalan rusak di Kecamatan Gambir dan Sawah Besar," ujarnya.
Rizky, salah seorang pengendara mengatakan, memang sudah menjadi kebiasaan ketika musim hujan berimbas pada jalan berlubang. Dirinya kerap menemukan jalan berlubang, meski sudah ditambal lubang masih tetap ada.
Hal lain yang dikeluhkan oleh Rizky yakni perbaikan jalan kerap dilakukan ketika jam kerja, sehingga menimbulkan kemacetan panjang. "Yang saya heran kenapa perbaikan dilakukan siang hari, apa memang ingin dilihat atau bagaimana," ucapnya.
Dirinya melihat bahwa perbaikan jalan hanya menjadi proyek pihak terkait untuk mengajukan anggaran. Seharusnya seluruh jalan ibu kota bisa diketahui ketahanan dan jangka waktu pakai. Sehingga perbaikan jalan tidak selalu dilakukan setelah musim hujan. "Jika perbaikan benar, tentu jalan di Ibu Kota tidak mudah rusak hanya karena air hujan," tuturnya.
(hyk)