Lagi, Seorang Warga Tewas Terkena DBD

Kamis, 12 Februari 2015 - 13:40 WIB
Lagi, Seorang Warga...
Lagi, Seorang Warga Tewas Terkena DBD
A A A
SUBANG - Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali memakan korban jiwa. Kali ini korbannya adalah warga Subang. Seorang warga lanjut usia (lansia) asal Kecamatan Tambakdahan, meninggal dunia setelah terkena DBD.

"Serangan DBD menyebabkan seorang warga asal Kecamatan Tambakdahan meninggal, usianya sekitar 60 tahun," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Budi Subiantoro, kepada wartawan, Kamis (12/2/2015).

Dia menuturkan, hingga pertengahan Februari 2015, jumlah penderita DBD di Subang mencapai 205 orang, yakni Januari sebanyak 190 orang, dan pertengahan Februari sebanyak 15 orang.

"Serangan DBD mengalami penurunan dibandingkan bulan Januari. Sampai pertengahan bulan ini, kasus DBD hanya 15 orang, artinya ada penurunan," terangnya.

Untuk menekan penyebaran DBD, pihaknya bekerjasama dengan Polres Subang melakukan fogging (pengasapan) di sejumlah daerah rawan, di antaranya Kampung Julang, Desa Sukamulya, Kecamatan Pagaden.

"Serangan DBD di kampung ini cukup mengkhawatirkan. Sebab, dalam satu RT, ada tujuh warga yang terjangkit. Kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih, kalau gak cepat ditangani, bisa berdampak kematian," paparnya.

Meski penanganan DBD merupakan kewajiban pemerintah, pihaknya tetap mengimbau masyarakat berperan aktif memberantas penyakit menular ini.

"Peran aktif masyarakat tetap diperlukan, di antaranya dengan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta menjalankan upaya pencegahan melalui 3M, yakni menutup, menguras, menimbun," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medis RSUD Subang Dwinan Marchiawaty mengatakan, pemberantasan nyamuk DBD melalui fogging, sebelumnya sudah dilakukan di sembilan titik.

Titik-titik itu tersebar di tiga kecamatan, yakni Subang, Kalijati, dan Pusakanagara. Hingga kini, total penderita DBD di Subang sudah mencapai 215 orang. Namun, pemkab belum memandang perlu untuk menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Sepanjang Januari saja, kasus DBD ada 200 orang. Jumlah itu bertambah 15 orang pada pertengahan Februari ini," paparnya.
(san)
Berita Terkait
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
Peran Masyarakat dalam...
Peran Masyarakat dalam Perlindungan Keluarga dari Ancaman DBD
Takeda dan Alodokter...
Takeda dan Alodokter Berkolaborasi Melawan DBD di Indonesia
Angkak dan Sari Kurma...
Angkak dan Sari Kurma Bantu Trombosit Pasien DBD Naik? Ini Faktanya!
Saat Pendemi Covid-19,...
Saat Pendemi Covid-19, Ratusan Anak di Blitar Terserang DBD
Kolaborasi Kemenkes...
Kolaborasi Kemenkes dan Takeda Edukasi Pencegahan Dini untuk Tangkal DBD
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
1 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
1 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
2 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
2 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
4 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
4 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved