Pakaian Jawa, Perkuat Budi Pekerti

Selasa, 10 Februari 2015 - 12:09 WIB
Pakaian Jawa, Perkuat...
Pakaian Jawa, Perkuat Budi Pekerti
A A A
KULONPROGO - Pelaksanaan upacara bendera di SMK Kesehatan Citra Semesta Indonesia (CSI) Kulonprogo, siang kemarin agak berbeda dari biasanya. Tidak ada satu pun siswa yang mengenakan pakaian seragam sekolah putih abu-abu. Begitu pula dengan para guru dan tenaga pendidikan lainnya tidak ada yang mengenakan pakaian seragam warna cokelat keki.

Para siswa dan seluruh guru justru mengenakan pakaian tradisional, khususnya pakaian Jawa. Pakaian yang dikenakan nyaris tidak ada yang sama baik bentuk maupun warnanya. Siswa laki-laki mengenakan pakaian baju surjan lengkap dengan blangkon. Sedangkan para siswa mengenakan kebaya, dengan bawahan berupa kain jarit. Meski berpakaian Jawa, mereka dengan sikap sempurna mengikuti upacara bendera dengan khidmat.

“Setiap tanggal 9 kami sepakati menggunakan pakaian Jawa baik guru maupun siswa,” kata Kepala SMK CSI, Dyah Puji Lestari. Tanggal 9 dipilih, karena bertepatan dengan tanggal berdirinya sekolah ini, tepatnya pada 9 April 2012 silam. Sekolah sengaja memilih pakaian Jawa untuk melestarikan budaya Jawa yang dikenal adi luhung.

Apalagi banyak generasi muda yang kurang memahami makna tradisi dan budaya Jawa yang ada. Penggunaan pakaian Jawa, menjadi bagian dari upaya sekolah untuk membentuk mental dan pribadi siswa. Dengan pakaian Jawa, ruang gerak siswa dalam bertingkah juga akan lebih terbatas. Justru siswa menjadi lebih santun dan diharapkan memiliki budi pekerti yang luhur.

“Mungkin orang pintar banyak, tetapi orang pintar yang berbudi pekerti luhur sedikit. Karena itu kami bentuk mental siswa agar memiliki budi pekerti yang luhur,” katanya. Penggunaan pakaian ini pun tidak hanya pada pelaksanaan upacara saja. Namun dalam kegiatan belajar mengajar, di dalam kelas juga dengan pakaian yang sama. Para siswa tidak canggung mengikuti kegiatan.

Salah seorang siswa, Wahyu Herlambang mengaku pada awalnya cukup kerepotan dengan aturan dari sekolah. Namun seiring berjalannya waktu dia menyadari arti dari penggunaan pakaian Jawa. Salah satunya untuk melestarikan tradisi Jawa, yang banyak ditinggalkan generasi muda. “Sekarang saya malah bangga, syukur setiap pekan ada satu hari dengan pakaian Jawa,” ujarnya.

Siswa yang lain Alvita Safitri mengaku saat berangkat banyak mendapat perhatian dari pengguna jalan. Bahkan ada polisi ada yang menanyakan perihal pakaian ini. Hal ini menunjukkan identitas CSI yang komitmen pada pelestarian budaya Jawa. “Kalau bukan kita yang nguriurisiapa lagi? Mestinya sekolah lain mengikuti,” katanya.

SMK Kesehatan CSI memiliki 174 siswa dengan jurusan perawat dan farmasi. Setiap tahun mereka mampu menampung dua kelas di setiap jurusan. Tahun ini mereka akan meluluskan siswa, yang lebih siap dalam memenuhi kebutuhan dunia kerja.

Kuntadi
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
18 menit yang lalu
Jalan Lenteng Agung...
Jalan Lenteng Agung Arah Depok Ditutup Sementara, Ini Jalur Alternatif bagi Pengendara
49 menit yang lalu
Nanik S Deyang Ancam...
Nanik S Deyang Ancam Tutup SPPG Jika Tak Beli Telur Langsung dari Peternak
51 menit yang lalu
UP Bentuk LPIP untuk...
UP Bentuk LPIP untuk Kawal Implementasi Nilai Pancasila di Kampus
3 jam yang lalu
Buntut Pengunjung Masuk...
Buntut Pengunjung Masuk Kandang Gajah, Ragunan Perketat Pengawasan
6 jam yang lalu
Nahdliyin Muda Batang:...
Nahdliyin Muda Batang: Siapa pun Ketum PBNU Harus Bisa Memperkuat Posisi NU
9 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved